Thursday, 24 Ramadhan 1442 / 06 May 2021

Thursday, 24 Ramadhan 1442 / 06 May 2021

Bachtiar Nasir: Tak Masuk Akal Jika Muslim Dituduh Radikal

Senin 02 Dec 2019 12:30 WIB

Red: Muhammad Hafil

Ustaz Bachtiar Nasir

Ustaz Bachtiar Nasir

Foto: Republika/Iman Firmansyah
Tuduhan muslim radikal menurut Bachtiar Nasir karena ada kesalahpahaman.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ustaz Bachtiar Nasir mengatakan tuduhan bahwa muslim adalah kelompok radikal merupakan sesuatu yang tidak masuk akal. Dia mengatakan itu setelah mendapat pertanyaan tentang isu kebangsaan yang saat ini terjadi di masyarakat tentang muslim.

"Yang terkini mungkin ini, masalah ketidakadilan terutama kepada kelompok muslim yang tertuduh radikal, melakukan kekerasan lah. Sebenarnya itu lemparan tuduhan yang tak masuk akal," kata Bachtiar Nasir di depan pintu masuk Monas, Senin (12/2).

Menurut mantan pengurus MUI itu, adanya label radikal kepada kelompok muslim terjadi karena kesalahpahaman dan bisa diselesaikan dengan diskusi lewat berbagai pandangan. Namun secara khusus pandangan kewarganegaraan menurut Bachtiar bisa lebih efektif.

"Ini bisa diselesaikan dengan cara dialogis. Dengan pendekatan yang lebih, selain pendekatan hukum, sebenarnya bisa pendekatan keagamaan lain. Pendekatan kewarganegaraan yang lebih efektif," kata Bachtiar.

Reuni 212 diketahui dihadiri oleh umat muslim dari berbagai daerah di Indonesia, terutama dari wilayah Jabodetabek. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diketahui sempat menghadiri acara itu untuk memberikan kata sambutan.

"Semua yang berada di tempat ini semua adalah cermin persatuan Indonesia. Karena itu kita seringkali mendorong mengangkat mengatakan kita beragam, ya benar, tapi banyak yang beragam. Yang sesungguhnya hebat dari Indonesia di sini adalah persatuan," kata Anies.
 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA