Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Prabowo Tegaskan Dirinya Bukan Orang Pesimistis

Senin 04 Mar 2019 17:49 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Muhammad Hafil

Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan pendapatnya saat mengikuti debat capres 2019 putaran kedua di Hotel Sultan, Jakarta, Ahad (17/2/2019).

Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan pendapatnya saat mengikuti debat capres 2019 putaran kedua di Hotel Sultan, Jakarta, Ahad (17/2/2019).

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Prabowo sangat menginginkan rakyat Indonesia bisa memikirkan kehidupan masa depan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon presiden Prabowo Subianto sering mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi bangsa Indonesia, salah satunya terkait ekonomi. Kekhawatirannya tersebut bukan tanpa data. Bahkan meskipun sempat dicibir atas pernyataannya tersebut.

"Jadi pemimpin sekarang harus mikir 40 tahun sampai 50 tahun ke depan. Jangan mikir untuk diri kita sendiri. Saya kira demikian. Jika tidak ditangani, ini PBB ya, bukan Prabowo ini. Nanti Prabowo pesimis. Saya tidak pesimis. Saya ingin, aku ingin hidup tenang. Jangan mikir untuk diri kita sendiri, kita harus mikir untuk anak dan cucu kita," kata Prabowo, Senin (4/3).

Prabowo mengatakan hal tersebut saat menghadiri acara Sillaturahmi dan Konsolidasi Nasional Aliansi Pencerah Indonesia (API) Bersama Eksponen Muhammadiyah Se-Indonesia di Hotel Sahid, Jakarta. Ia menegaskan, setelah dilantik menjadi Presiden nanti, dirinya dan Sandiaga Uno bersama para ahli akan segera membentuk tim yang khusus mengurusi ketimpangan ekstrim, khususnya ketimpangan ekonomi.

Menurut Prabowo jika dalam suatu negara terjadi ketimpangan ekonomi secara terus menerus bahkan bertambah, maka negara tersebut menuju kearah kegagalan.  Ia menambahkan jika ini tidak ditangani sekarang terjadi ketimpangan ekonomi, disparitas. Kalau ketimpangan ekonomi biasanya terjadi huru-hara.

"Orang yang tidak makan masa dia mau menunggu tidak makan? Menuju ke negara gagal. Ini PBB (Persatuan Bangsa-bangsa). Kalau kita lihat, ketimpangan Indonesia, cara pandang ini hampir sama dengan PBB. Mereka punya konsep water, energy, food (air, energi, pangan). Bayangkan, berarti saya sudah sejalan dengan PBB," sambung Prabowo.

Prabowo mengingatkan, pembangunan infrastruktur harus sejalan dengan kondisi ekonomi rakyat. Artinya, imbuh dia, jangan sampai pembangunan dilakukan secara masif tetapi rakyat miskin semakin bertambah hinggga susah untuk mencukupi makan keluarganya. Oleh karena itu ia akan merekrut semua putra putri terbaik bangsa untuk bersama-sama membangun Indonesia yang lebih baik dan menyelesaikan semua masalah yang tengah dihadapi.

"Kita bikin infrastruktur yang hebat-hebat, kalau enggak ada makan piye? ya, kan. Punya jalan tol bagus, enggak ada bahan bakar. Ya terpaksa pake kuda juga. Jadi kita butuh putra-putri terbaik. Dari semua kelompok. Harus kita kumpulkan. Mari kita selesaikan masalah ini. Mari kita tutup kebocoran,  jangan ada kebocoran, tidak boleh ada korupsi lagi di Indonesia," kata Prabowo.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA