Saturday, 5 Ramadhan 1442 / 17 April 2021

Saturday, 5 Ramadhan 1442 / 17 April 2021

KPU DKI Persilakan Masyarakat Rekam Proses Penghitungan Suara

Selasa 14 Feb 2017 05:25 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Hazliansyah

Panitia KPPS menunjukan kotak suara saat melakukan simulasi pemungutan dan perhitungan suara Pillgub DKI Jakarta di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Sabtu (4/2).

Panitia KPPS menunjukan kotak suara saat melakukan simulasi pemungutan dan perhitungan suara Pillgub DKI Jakarta di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Sabtu (4/2).

Foto: Republika/Prayogi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menjelang satu hari Pemilihan Gubernur DKI Jakarta, Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta memastikan logistik sudah sampai di 13.023 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di seluruh Ibu Kota.

Ketua KPU DKI Jakarta, Sumarno mengatakan, pihaknya telah siap menyelenggarakan pemilihan yang akan digelar pada Rabu (15/2) besok. Menurutnya, seluruh jajaran KPU Kabupaten Kota, jajaran PPK, PPS dan KPPS juga sudah siap melaksanakan pemungutan suara.

"Kesiapan logistik untuk kebutuhan Pilkada DKI, hari ini logistik kebutuhan pemungutan dan perolehan suara sudah sebagian besar di keluruhan. Dan besok (hari ini) dipastikan seluruh logistik Pilkada kita sudah sampai di TPS, sebanyak 13.023," ujar Sumarno saat jumpa pers di Kodam Jaya, Cawang, Jakarta Timur, Senin (13/2) kemarin.

Saat pemilihan di TPS nanti, Sumarno mengimbau agar masyarakat mentaati peraturan yang telah ditetapkan. Salah satunya, yaitu calon pemilih tidak boleh memakai atribut kampanye

"Saya imbau masyarakat hadir di TPS tidak menggunakan atribut kampanye, alat peraga kampanye, untuk mewujudkan ketertiban," ucapnya.

Selain itu, ia juga meminta kepada masyarakat agar ikut serta membantu pihaknya melakukan pengawasan selama proses pencoblosan berlangsung. Ia pun memperkenankan jika ada masyarakat yang ingin mengambil gambar atau video terhadap hasil rekap perolehan suara dari masing-masing pasangan calon.

"Warga sekitar TPS silahkan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara. Masyarakat boleh melakukan perekaman hasil pemungutan suara. C1 (rekap hasil seluruh) boleh difoto, divideokan sebagai bukti kalau nanti ada persoalan di kemudian hari," kata Sumarno.



BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA