Tuesday, 12 Jumadil Awwal 1444 / 06 December 2022

Formula E Jakarta Resmi di Ancol, Waspada Ancaman Banjir Rob

Rabu 22 Dec 2021 14:55 WIB

Red: Andri Saubani

Suasana lokasi yang akan menjadi tempat dibangunnya Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC) di kawasan Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Rabu (22/12/2021). JIEC akan memiliki panjang lintasan 2,4 kilometer, lebar 12 meter, 18 tikungan, dengan arah lintasan searah jarum jam, dan memiliki panjang 600 meter untuk trek lurus serta ditargetkan pembangunannya selesai pada April 2022.

Suasana lokasi yang akan menjadi tempat dibangunnya Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC) di kawasan Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Rabu (22/12/2021). JIEC akan memiliki panjang lintasan 2,4 kilometer, lebar 12 meter, 18 tikungan, dengan arah lintasan searah jarum jam, dan memiliki panjang 600 meter untuk trek lurus serta ditargetkan pembangunannya selesai pada April 2022.

Foto: ANTARA/Aprillio Akbar
Formula E di Ancol, Jakarta akan digelar pada 4 Juni 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Zainur Mashir Ramadhan, Mabruroh, Antara

Lokasi balapan Formula E seri Jakarta akhirnya dipastikan di Ancol, Jakarta Utara. Ketua Pelaksana Harian Formula E, Ahmad Sahroni, Rabu (22/12) mengumumkan, Ancol dipilih setelah Formula E Operation (FEO) dan Federasi Otomotif Internasional (FIA) menyetujuinya dari lima lokasi alternatif sebelumnya.

Baca Juga

“Kenapa lama memutuskan? karena ini diberikan approval (persetujuan) FIA dan FEO, dua lembaga itu harus mengkaji dan mengevaluasi tempat yang ada,” kata Sahroni saat melakukan konferensi pers di Ancol, Jakarta Utara, Rabu (22/12).

Sahroni mengatakan, penyelenggaraan Formula E Jakarta 2022 akan digelar pada 4 Juni 2022. Alasan dipilihnya Ancol, kata Sahroni, karena lokasinya yang dinamis. Terlebih, ketika lokasi itu dinilai penyelenggara ikonik Jakarta dan tidak mengganggu jalan serta prasarana lainnya.

Dia melanjutkan, ada banyak manfaat dari penyelenggaraan di Ancol, mulai dari lokasi, pendapatan hingga branding yang ada. Khususnya, kata dia, ketika tidak perlu lagi membangun sirkuit dari nol.

“Beda dengan F1, FE tidak perlu sirkuit yang sama,” katanya.

Berdasarkan penjelasannya, lintasan balap Formula E di Ancol sepanjang 2,4 Km. Sedangkan lebar sirkuit selebar 16 meter.

Untuk lintasannya, kata dia, sudah 60 persen siap, hanya sisanya yang akan dibangun. Khusus aspal, diklaimnya akan menggunakan kualitas terbaik.

Lebih jauh, Direktur Utama Jakpro, Widi Amanasto, mengatakan, lintasan balap di Ancol akan menyerupai Kuda Lumping. Tujuannya, sebagai ikonik Nusantara dan lekat dengan Indonesia.

"Filosofi kuda lumping ini adalah nasional, terus masalah ikonik Jakarta di sebelah kanan itu ada Jakarta International Stadium, stadion berkelas internasional yang megah sekali itu sebagai The New Iconic Jakarta," ujar Widi.

Widi menargetkan 50 ribu penonton yang akan menyaksikan Formula E di Ancol, Jakarta Utara, 4 Juni mendatang. Menurutnya, jumlah penonton itu akan diklasterkan kembali, meski tak memerinci pembagiannya.

Dia menegaskan, kawasan Ancol akan ditutup selama balapan berlangsung. “Jadi, silakan kalau masyarakat mau nonton langsung,” tutur Widi.

Sementara itu, dalam siaran video, Co-Founder Formula E, Alberto Longo, menjelaskan, penjualan tiket Formula E akan dilaksanakan tahun depan. Menurutnya, pengumuman penjualan tiket akan mulai diumumkan awal tahun depan.

“Segera mungkin akan dibuat pengumuman, di mana dan kapan bisa membeli tiket,” ucap Longo.

Sementara itu, Direktur PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk Teuku Sahir Syahali mengatakan, Ancol selain menjadi arena rekreasi terbesar di Indonesia juga dalam sejarahnya pernah digunakan sebagai lintasan balap.

"Jadi, tahun terakhir balapan itu 1990, dimulai tahun 1970. Arealnya itu dari sini (Pantai Karnaval) sampai dengan nanti Gerbang Timur. Jadi, Ancol ditunjuk sebagai lokasi E-Prix ini akan me-review pengalaman nostalgia balap mobil di Ancol," kata Sahir.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA