Friday, 19 Zulqaidah 1441 / 10 July 2020

Friday, 19 Zulqaidah 1441 / 10 July 2020

Janji Pemerintah Kala Dokter Pasien Covid Terus Berguguran

Senin 06 Apr 2020 18:56 WIB

Red: Andri Saubani

Petugas medis menggunakan pakaian pelindung saat mengontrol ruangan khusus untuk wabah Virus Corona di Ruangan Isolasi Infeksi Khusus Kemuning Rumah Sakit Dokter Hasan Sadikin (RSHS), di Bandung, Jawa Barat, Jumat (24/1/2020).

Petugas medis menggunakan pakaian pelindung saat mengontrol ruangan khusus untuk wabah Virus Corona di Ruangan Isolasi Infeksi Khusus Kemuning Rumah Sakit Dokter Hasan Sadikin (RSHS), di Bandung, Jawa Barat, Jumat (24/1/2020).

Foto: Antara/Novrian Arbi
Alat pelindung diri (APD) menjadi hal vital untuk melindungi dokter pasien Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID,  oleh Sapto Andika Candra, Antara

Hingga Kamis (2/4) pekan lalu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengonfirmasi ada 18 dokter yang meninggal dunia akibat terpapar Covid-19. Sebagian dari dokter yang wafat sudah dikonfirmasi positif terinfeksi virus corona dan sebagian lainnya berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dan masih menunggu penelusuran.

IDI juga menyampaikan bahwa paparan yang dialami petugas medis dapat terjadi akibat minimnya persediaan alat pelindung diri (APD) ditambah meningkatnya pasien penderita corona. Kurangnya APD belakangan memang dikeluhkan oleh para tenaga medis.

Baca Juga

Soal kurangnya APD untuk tenaga medis, pemerintah terus mempercepat alur distribusinya. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menyampaikan, pemerintah berkomitmen memastikan ketersediaan APD bagi petugas medis di lapangan.

"Kita prihatin masih ada juga sebagian tenaga kesehatan yang terpaksa harus menderita penyakit ini dan gugur dalam melaksanakan tugasnya. Komitmen pemerintah tetap dan akan diperkuat dengan cara mendistribusikan terus menerus APD sebagai bagian kelengkapan petugas medis untuk lakukan tugasnya," jelas Yurianto, Senin (6/4).

Pemenuhan APD salah satunya juga dibiayai oleh sumbangan yang diberikan masyarakat umum. Yurianto menyebutkan, Gugus Tugas Covid-19 telah menerima total sumbangan sebesar Rp 82,5 miliar per Senin (6/4) ini. Sebagian dari donasi ini akan digunakan untuk memenuhu kebutuhan tenaga medis.



Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menjelaskan, pemerintah telah bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk industri dan perguruan tinggi untuk memproduksi APD secara mandiri. Produksi APD lokal, ujarnya, tetap mengacu pada standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Sejauh ini sampai dengan jam sekarang, gugus tugas telah menerima 570 ribu APD yang telah terdistribusi sebanyak 390 ribu APD ke seluruh daerah. Adapaun yang terakhir tiba siang ini 105 ribu APD dan ini akan kami prioritaskan untuk didistribusikan terutama kepada rumah sakit di daerah yang terdampak," jelas Doni.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan ingin "menjemput" bahan baku APD dari Korea Selatan dan China sebagai upaya untuk memastikan produksi kebutuhan tenaga medis itu terpenuhi. Pihaknya akan berkoordinasi baik dengan industri dan Kementerian BUMN guna menjemput bahan baku APD dari negara tersebut.

"Kami lakukan langkah-langkah koordinasi dengan industri-industri, pabrik-pabrik, dan Kementerian BUMN untuk bagaimana caranya kita bisa menjemput bahan baku," kata Bahlil, Senin.

Mantan Ketua Umum Hipmi itu menjelaskan kedua negara tersebut jadi sasaran utama karena merupakan produsen bahan baku APD terbaik di dunia. Ia bahkan menyebut Eropa dan AS pun ikut berebut bahan baku APD dari dua negara itu.

"Doakan saja Insya Allah kita punya koordinasi baik, jadi bisa siapkan bahan bakunya," tutur Bahlil Lahadalia

Bahlil mengatakan telah meminta Menteri BUMN Erick Thohir untuk bisa menyewa pesawat untuk bisa menjemput bahan baku APD itu. Penjemputan bahan baku APD disebutnya akan sangat penting dilakukan mengingat kapasitas produksi APD dalam negeri mencapai 17 juta potong.

"Amerika saja ambil bahan baku di China seperti 'ada uang, ada barang'. Kalau kita terlambat pesan, enggak dapat barang. Ini terjadi kemarin kita ada industri terlambat bayar uang muka, diambil oleh Amerika. Kita enggak mau kejadian ini makanya kita support pesawat mereka, mungkin dari BUMN supaya produksi bisa berjalan," kata Bahlil Lahadalia.

Menanggapi permintaan tersebut, Menteri BUMN Erick Thohir yang hadir dalam penyerahan itu menyanggupi bahwa Garuda Indonesia siap ditugaskan dalam misi tersebut.

"Garuda masih terbang kok," ujar Erick Thohir.

photo
12 dokter terpapar virus corona - (Republika)





TAKE

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA