Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

Radio Kayu Digital Asal Jepara Diminati Asing

Selasa 06 May 2014 21:20 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Radio kayu digital

Radio kayu digital

REPUBLIKA.CO.ID, JEPARA -- Radio digital yang dibuat dari bahan kayu karya warga Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, berhasil menarik minat wisatawan asing untuk membelinya, meskipun harga jualnya terbilang mahal untuk setiap unitnya.

Menurut pengrajin radio digital dari kayu, Ahmad Baihaqi, ditemui di rumahnya di Jalan Pemuda Jepara, Selasa (6/5), ide membuat radio digital dari bahan kayu berawal dari hobi mendengarkan musik.

Karena pekerjaan yang digeluti selama ini juga terkait dengan kerajinan mebel dan ukir, kata dia, akhirnya muncul ide membuat radio digital dari bahan kayu pilihan.

Ia mengklaim, radio digital dari bahan kayu ini merupakan yang pertama kalinya hadir di Tanah Air karena radio kayu yang sudah ada sebelumnya merupakan radio kayu analog.

Selain itu, lanjut pemilik CV Rajati ini, desain radionya juga hasil kreasi sendiri dan tidak meniru desain radio yang sebelumnya beredar di pasaran. Wisatawan yang meminati hasil kerajinannya itu, kata dia, antara lain dari Singapura dan Malaysia serta sejumlah warga dari berbagai daerah.

Padahal, lanjut dia, harga jual yang ditawarkannya untuk setiap unit antara Rp 1,3 juta hingga Rp 1,6 juta, karena tersedia beberapa tipe, seperti classic, classic color, natural color, serta rustic color dengan berbagai ukuran yang bervariasi.

Ia menganggap, harga jual radio hasil kreasinya itu tidak mahal, karena ada produk radio kayu analog dengan ukuran lebih kecil, justru lebih mahal.

Radio tersebut, kata dia, terbuat dari kayu pilihan dan telah melalui proses pengeringan dan kualitas kontrol dengan jaminan kualitas international. Bahan baku kayu yang digunakan, kata dia, merupakan kayu solid sono keling, mindi dan jati.

Radio kayu digital yang dilabeli "Yailahi" itu, diperkenalkan ke pasaran untuk pertama kalinya saat mengikuti pameran kerajinan tangan terbesar se-Indonesia, INACRAFT (International Handicraft Trade Fair) 23-24 April 2014.

Persiapan dalam membuat radio kayu digital tersebut, kata dia, membutuhkan waktu hingga satu tahun, termasuk dalam proses desain serta mempersiapkan bahan bakunya, termasuk perangkat elektronik yang dipilih.

Meskipun terkesan klasik, kata dia, radio hasil kerajinannya itu juga dilengkapi dengan pengendali jarak jauh (remote control) serta memungkinkan untuk memutar musik dengan format MP3 karena tersedia fasilitas USB.

Hingga kini, lanjut dia, radio kayu digital hasil ciptaannya itu sudah dipasarkan di Jakarta, Bogor dan Bekasi. "Kami juga memasarkannya secara 'online' lewat website www.radiowooden.com serta menjalin kerja sama dengan beberapa pihak untuk ikut memasarkannya," ujarnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA