Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Soal Berbagai Aksi Massa di Daerah, Ini Instruksi Presiden

Senin 23 Sep 2019 17:01 WIB

Rep: Sapto Andika/ Red: Teguh Firmansyah

Presiden Joko Widodo (keempat kiri) didampingi sejumlah menteri, beraudiensi bersama pimpinan DPR dan fraksi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (23/9/2019).

Presiden Joko Widodo (keempat kiri) didampingi sejumlah menteri, beraudiensi bersama pimpinan DPR dan fraksi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (23/9/2019).

Foto: Antara/Puspa Perwitasari
Moeldoko menyebut Jokowi sangat mendengarkan beragam pandangan publik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan aparat keamanan agar melakukan langkah proporsional menyikapi rencana aksi massa yang masih akan digelar di berbagai daerah.  Presiden pun memanggil sejumlah menterinya ke Istana untuk membahas masalah keamanan. 

"Tadi sudah, kebetulan ada Kapolda dan Pangdam jaya semuanya diperintahkan untuk melakukan langkah-langkah yang proporsional," ujar Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Senin (23/9). 

Baca Juga

Menurutnya, Presiden mendengarkan dan terus mengikuti berbagai pandangan publik terkait rencana revisi undang-undang. Hal ini pun juga dibahas dalam pertemuan dengan para pimpinan DPR siang ini di Istana. 

"Tapi intinya Presiden sangat mendengarkan pandangan publik ya, sangat mengikuti dengan baik. Sehingga dalam pertemuan konsultasi dengan DPR tadi ada hal-hal yang memang bisa dilanjutkan, bisa di-carry over," ucapnya. 

Ia menyampaikan, rapat keamanan yang digelar pada pagi hari ini dilakukan untuk menjaga situasi keamanan agar lebih kondusif hingga pelantikan Presiden dan Wakil Presiden pada 20 Oktober mendatang. 

"Ya relatively bahwa situasi ya memang ada prioritas-prioritasnya. Setidaknya sampai pelantikan berjalan dengan baik," tambah Moeldoko.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA