Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

KPK Setorkan Uang Rampasan Korupsi Terpidana Desi Arryani

Kamis 24 Jun 2021 00:27 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Bayu Hermawan

Tersangka kasus proyek fiktif pada PT Waskita Karya Desi Arryani

Tersangka kasus proyek fiktif pada PT Waskita Karya Desi Arryani

Foto: Antara/Muhammad Iqbal
KPK setorkan uang rampasan korupsi terpidana Desi Arryani.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyetorkan uang rampasan korupsi atas terpidana kasus korupsi Desi Arryani beserta terpidana lainnya. Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan bahwa pihaknya telah memberikan uang rampasan itu ke kas negara.

"KPK berkomitmen terus melakukan pemulihan aset hasil tindak pidana korupsi selain melalui pidana penjara badan sebagai efek jera terhadap para pelaku korupsi," kata Ali Fikri di Jakarta, Rabu (23/6).

Baca Juga

Adapun uang yang disetorkan tersebut adalah uang rampasan dari berbagai pihak dan menjadi barang bukti dalam berkas perkara dimaksud sebagaimana putusan Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat Nomor: 59/Pid.Sus/TPK/2020/PN. Jkt. Pst tanggal 26 April 2021 dengan terpidana Desi Arryani, Fathor Rachman, Fakih Usman dan Yuly Ariandi Siregar.

Uang yang disetorkan ke kas negara adalah Rp 13,14 miliar, Rp 3,61 miliar dan 22.500 dolar AS. Dalam kesempatan yang sama, sekaligus dilakukan penyetoran uang pengganti dari para terpidana yakni Desi Arryani sejumlah Rp 3,41 miliar, Fathor Rachman Rp 300 ratus juta, Fakih Usman Rp 69,1 juta ditambah 100 dolar AS dan 102 Ringgit Malaysia.

Sebelumnya, Desi Arryani dinyatakan bersalah oleh pengadilan dan divonis 4 tahun penjara dikurangi selama berada dalam tahanan. Sedangkan Fakih Usman divonis penjara 6 tahun dikurangi selama berada dalam tahanan.

Pidana badan juga dibebankan kepada terpidana Yuli Ariandi Siregar. Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya itu harus menjalani pidana kurungan 7 tahun dikurangi selama berada dalam tahanan di lapas Kelas I Sukamiskin. Sedangkan Fathor Rachman divonis 6 tahun kurungan.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA