Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Larangan Mudik, Pengusaha Minta Kesadaran Masyarakat

Sabtu 17 Apr 2021 06:56 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Ratna Puspita

Arsjad Rasjid

Arsjad Rasjid

Foto: istimewa
Larangan mudik ini bertujuan melindungi masyarakat dari penyebaran virus covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Arsjad Rasjid mengatakan, larangan mudik ini harus disertai dengan kesadaran masyarakat. Sebab, larangan mudik ini bertujuan melindungi masyarakat dari penyebaran virus covid-19. 

“Balik lagi kondisi kesehatan yang saat ini ini intinya adalah kesadaran dari kita semua,” ujar Arsjad di Kantor Kadin DKI, Jumat (16/4).

Baca Juga

Pemerintah memutuskan untuk melarang masyarakat untuk mudik lebaran pada tahun ini. Tujuannya adalah agar penyebaran virus corona atau covid-19 bisa ditekan saat libur panjang lebaran nanti. 

Larangan mudik juga menjadi salah satu cara untuk menekan mobilitas masyarakat. Karena di saat pandemi seperti ini, mobilitas harus ditekan serendah mungkin guna menghindari penyebaran virus. 

Selain itu, ia meminta masyarakat untuk tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan. Misalnya dengan memakai masker, rajin mencuci tangan hingga menjaga jarak atau yang biasa disebut 3M.

“Secara tidak langsung kita harus bisa berdisiplin disiplin itu adalah supaya bagaimana protokol daripada cover ini bisa sebisanya mobilitas harus lebih rendah di sini konflik ada antara dua tapi utamanya adalah kesehatan,” jelasnya. 

Memang, lanjut Arsjad, bisa dipahami jika masyarakat sangat ingin mudik. Namun, kembali lagi, dalam menghadapi pandemi inj kesehatan harus menjadi prioritas utama yang harus diselesaikan.

“Jadi mungkin yang diperlukan adalah kesadaran daripada semua untuk semua mudik pasti mau mudik tapi bagaimana sekarang kesadaran dari kita semua untuk melihat keadaan kondisi kesehatan pada saat ini untuk beradaptasi dengan keadaan yang harapannya adalah setelah kita bereskan,” jelasnya.

Menurut Arsjad, jika dilihat secara keseluruhan maka semua pihak akan terpukul akibat adanya pandemi covid-19. Karena itu, hal yang paling utama untuk menangani ini adalah harus menyelesaikan masalah kesehatan terlebih dahulu. 

“Ini sebetulnya semua terpukul yang menjadi pertanyaan Dasar adalah bagaimana kita menghadapi kesehatan kondisi kesehatan jadi kita sedang di mana untuk memulihkan kesehatan,” jelasnya. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA