Thursday, 1 Syawwal 1442 / 13 May 2021

Thursday, 1 Syawwal 1442 / 13 May 2021

MK Diminta Telusuri Kemungkinan Adanya Pejabat Terlibat Pencurian Berkas

Rabu 22 Mar 2017 16:19 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Andi Nur Aminah

Direktur Advokasi Pukat UGM, Oce Madril.

Direktur Advokasi Pukat UGM, Oce Madril.

Foto: Republika

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada, Oce Madril meminta Mahkamah Konstitusi (MK) menelusuri dugaan adanya keterlibatan pejabatnya dalam kasus pencurian berkas sengketa Pilkada Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua. Sebab, menurutnya, mungkin saja peristiwa tersebut terjadi karena adanya pesanan dari pihak-pihak tertentu yang ingin memenangkan sengketa Pilkada.

"Perlu juga MK melihat adanya kemungkinan-kemungkinan pejabat lain yang terlibat atau jangan-jangan memang ini (kasus pencurian berkas, Red) sengaja dipesan oleh pihak-pihak tertentu yang ingin menang dalam sengketa pilkada," kata Oce saat dihubungi Republika.co.id, Rabu (22/3).

Menurut Oce, jika nantinya terbukti adanya pejabat MK yang terlibat dalam kasus tersebut, hukuman tegas harus diberikan. Hukuman tegas tersebut menurutnya penting untuk memberikan efek jera agar tidak ada lagi yang mengulangi perbuatan tersebut.

"Sanksi tegas itu penting untuk memberikan shock therapy bagi yang lain kalau ada yang terlibat lagi. Kemudian, harus diperkuat pengawasan terhadap birokrasi di MK, perlu ada pengawas internal yang kuat," ucap Oce.

Sebelumnya, Ketua MK, Arief Hidayat membenarkan adanya berkas perkara yang hilang, yakni berkas sengketa Pilkada Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua. Hilangnya berkas itu karena dicuri oleh empat orang pegawai MK yang terdiri atas dua orang satpam senior dan dua orang PNS di lembaga tersebut.

(Baca Juga: Polisi Selidiki Kasus Hilangnya Berkas MK)

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA