Friday, 19 Ramadhan 1440 / 24 May 2019

Friday, 19 Ramadhan 1440 / 24 May 2019

MUI Tegaskan tidak Ada Fatwa Pesanan Soal Aksi 2 Desember

Jumat 25 Nov 2016 10:04 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Bilal Ramadhan

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin

Foto: Republika/ Raisan Al Farisi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Fatwa merupakan salah satu peraturan paling penting bagi umat Islam. Karenanya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan tidak ada fatwa yang menjadi pesanan siapa pun.

Ketua Umum MUI, KH Ma'ruf Amin, menegaskan setiap fatwa yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia merupakan hasil bahasan dari pendapat-pendapat ahli tafsir dan fiqih. Maka itu, ia menekankan tidak akan ada fatwa yang dikeluarkan berdasarkan pesanan atau tekanan dari mana pun.

"MUI jikalau memutuskan fatwa itu dibahas di Komisi Fatwa, diputuskan sesuai apa adanya dan tidak ada intervensi dari mana pun, tidak ada fatwa pesanan," kata Ma'ruf usai menutup Rakernas II MUI, Kamis (24/11).

Ia menerangkan, setiap fatwa yang akan dikeluarkan, MUI akan mengumpulkan pendapat dari berbagai ahli tafsir dan fiqih yang tentu berkompeten. Setelah itu, pendapat yang ada dikumpulkan serta didiskusikan Komisi Fatwa, sehingga MUI bisa mengambil kesimpulan yaitu berupa fatwa.

Ma'ruf Amin turut menjelaskan fatwa yang akan dikeluarkan MUI, terkait rencana sejumlah elemen umat Islam yang akan menggelar shalat Jum'at di jalan, 2 Desember 2016. Ia mengungkapkan, itu masih ada di pembahasan Komisi Fatwa, dan kemungkinan sudah bisa berupa fatwa beberapa hari ke depan.

"Dalam beberapa hari ke depan akan diputuskan," ujar Ma'ruf Amin.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA