Jumat, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Jumat, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

KPK Geledah Empat Lokasi Terkait Kasus Akil Muchtar

Kamis 03 Okt 2013 21:36 WIB

Rep: Bilal Ramadhan/ Red: A.Syalaby Ichsan

Petugas KPK tengah melakukan penggeledahan di rumah dinas Akil Mochtar

Petugas KPK tengah melakukan penggeledahan di rumah dinas Akil Mochtar

Foto: Republika/MG ROL 19

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan enam tersangka dalam kasus dugaan suap kepada Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Muchtar.

KPK juga melakukan penggeledahan di empat lokasi terkait kasus ini.

"Ada dilakukan penggeledahan di empat lokasi," kata juru bicara KPK, Johan Budi SP dalam pesan singkat kepada wartawan di KPK, Jakarta, Kamis (3/10).

Johan menyebutkan empat lokasi penggeledahan yaitu di rumah Akil Muchtar di Jalan Widya Chandra III Nomor 7, ruang kerja Akil Muchtar di Gedung MK, rumah tersangka Chairun Nisa dan rumah serta kantor pengusaha dari Palangkaraya, Cornelis Nalau.

Penggeledahan dikabarkan juga dilakukan tim penyidik KPK di ruang kerja Chairun Nisa di DPR. Chairun Nisa merupakan anggota DPR dari Fraksi Golkar dan menjadi salah satu tersangka penerima suap bersama Akil Muchtar dari Bupati Gunung Mas, Hambit Bintih dan pengusaha, Cornelis.

Selain itu, tim KPK juga telah mendatangi rumah tersangka Tubagus Chaeri Wardana di Jalan Denpasar IV Nomor 35, Jakarta Selatan. Sejumlah mobil yang terparkir di dalam rumah itu juga telah dipasang garis KPK.

KPK menetapkan Akil sebagai tersangka dalam penanganan sengketa pemilihan umum kepala daerah di dua daerah yaitu di Kabupaten Gunung Mas (Kalteng) dan Kabupaten Lebak (Banten).

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA