Thursday, 8 Jumadil Akhir 1442 / 21 January 2021

Thursday, 8 Jumadil Akhir 1442 / 21 January 2021

Penanganan Kasus HIV/AIDS di Nabire Belum Maksimal

Rabu 27 Nov 2019 21:21 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

HIV/AIDS. Ilustrasi

HIV/AIDS. Ilustrasi

Foto: .
Hingga kini RSUD Nabire belum memiliki alat penghitung sel HIV/CD for HIV/AIDS

REPUBLIKA.CO.ID, NABIRE -- Penanganan HIV/AIDS di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua belum maksimal. Hingga kini RSUD Nabire belum memiliki alat penghitung sel HIV/CD for HIV/AIDS.

"Kalau berbicara dari sisi rumah sakit, berarti kita berbicara tentang pengobatan, yakni menyangkut ketersediaan obat. Apakah obat itu hanya HIV biasa atau HIV yang sudah dengan berbagai macam komplikasi penyakit," kata Direktur RSUD Nabire, Andreas Pekey di Jayapura, Rabu (27/11).

Menurut dia, berbagai macam pemeriksaan tidak terlepas dari ketersediaan hingga kini belum maksimal. "Saya mau sampaikan bahwa hingga kini RSUD Nabire belum memiliki alat yang menghitung sel CD for HIV/AIDS, dulu pernah ada tetapi rusak," kata Andreas.

Dia mengatakan hanya ada satu klinik yang memiliki pemeriksaan sel CD for HIV/AIDS. Pemeriksaan sel CD for HIV/AIDS belum terlaksana dengan baik.

Belum lagi tes viral load. Tes viral load adalah tes untuk mengukur jumlah virus HIV dalam darah. Hanya satu alat di Dinas Kesehatan Provinsi Papua. "Jika memang berbicara terkait penanganan HIV/AIDS mengapa alat itu tidak diadakan di Nabire dan kabupaten lain di Papua," ujarnya.

Penanganan HIV/AIDS sangat kompleks. Jika berbicara soal penanganan HIV/AIDS berarti berbicara terkait pencegahan dan penyebaran.

Pencegahan dan penyebaran ini tergantung dari perilaku hidup, perilaku orang sehari-hari. Apakah orang itu beresiko tinggi atau tidak seperti seks bebas, penggunaan jarum suntik, narkoba, dan lainnya.

Andreas menyebutkan, kini hal yang harus dilakukan adalah mengurangi percepatan penambahan kasus HIV/AIDS yang baru. "Penanganan kasus yang baru ini kan kompleks tidak hanya Dinas Kesehatan, tetapi harus kerja sama lintas sektor dari semua pihak," ujarnya.

Ia menambahkan hingga kini belum ada suatu koordinasi khusus menangani persoalan HIV/AIDS terutama di wilayah adat Meepago khususnya di Nabire sebagai induk kabupaten. Wilayah adat Meepago meliputi Kabupaten Nabire, Deiyai, Dogiyai, Paniai, dan Kabupaten Intan Jaya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA