Sunday, 15 Syawwal 1441 / 07 June 2020

Sunday, 15 Syawwal 1441 / 07 June 2020

Helikopter Mulai Padamkan Kebakaran di Pegunungan Ijen

Ahad 27 Oct 2019 21:28 WIB

Rep: jatimnow.com/ Red: jatimnow.com

.

.

Kebakaran di kawasan Pegunungan Ijen Banyuwangi ini cukup sulit dipadamkan

jatimnow.com - Helikopter pengebom air atau water bombing diterjunkan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pegunungan Ijen, Ahad (27/10/19) pagi.

Helikopter Water Bombing ini merupakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas pengajuan dari Pemkab Banyuwangi.

"Etape pertama sudah selesai. Tadi pukul 07.30 Wib naik kemudian pukul 10.20 Wib sudah turun untuk istirahat. Istirahat kapalnya, istirahat orangnya," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyuwangi, Eka Muharram.

Baca juga: 

Untuk air yang digunakan mengebom, lanjut Eka, diambil di sekitar perairan Pantai Watudodol dengan pertimbangan jarak terdekat dari lokasi Karhutla di Gunung Ijen, Gunung Ranti dan kawasan Cagar Alam Merapi Ungup-ungup.

"Etape pertama sudah selesai. Setiap etape ada tujuh pengeboman. Dalam sehari kita lakukan dua etape saja. Itupun kalau kondisi cuaca memungkinkan," jelasnya.

Water bombing ini dilakukan meliputi enam titik kebakaran di Gunung Ijen dan Gunung Ranti. Satu water bombing dilakukan di bagian utara Merapi Ungup-ungup. Pascawater bombing titik api mulai berkurang.

Water bombing ini, menurut Eka, akan dilakukan dengan mengacu masa tanggap darurat karhutla atau sampai dengan 5 November 2019.

"Rencana awal water bombing kita lakukan sampai tanggal 5 November. Tapi kita lihat perkembangannya, kalau besok sudah habis apinya, ya pulang," tandas Eka.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan jatimnow.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab jatimnow.com.
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA