Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Korban Longsor Banjarbaru Bertambah

Selasa 09 Apr 2019 16:51 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Muhammad Hafil

Longsor (Ilustrasi)

Longsor (Ilustrasi)

Foto: Antara/Fikri Yusuf
Evakuasi korban dapat dilakukan secara cepat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bencana longsor yang menimpa kawasan di Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Senin (8/4) sore telah mengakibatkan tujuh orang menjadi korban. Lima diantaranya meninggal dunia dan dua lainnya selamat dengan kondisi luka-luka.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan evakuasi, pencarian dan penyelamatan tujuh korban longsor di Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan dinyatakan selesai dan ditutup.

Tim SAR gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, SKPD, Tagana, PMI, relawan dan masyarakat telah berhasil menemukan semua korban. "Dari tujuh korban yang tertimbun longsor, lima orang meninggal dunia dan dua orang dalam kondisi luka-luka. Jenasah telah diserahkan pada pihak keluarga," ujar Sutopo dalam keterangan tertulisnya, Selasa (9/4).
 
Kejadian longsor terjadi di pendulangan intan tradisional di Desa Sei Pumpung Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan pada (8/4) pukul 14.48 WITA. Longsor disebabkan kondisi tanah yang labil dengan material tanah bercampur pasir dan kerikil basah akibat hujan yang turun sejak pagi hari.

Sutopo mengungkapkan saat kejadian ada tujuh pendulang yang sedang mencari intan yang dilakukan secara rutin karena matapencaharian mereka adalah pendulang intan. Dua orang ada di atas sedangkan 5 orang berada di bawah. Tiba-tiba terjadi longsor yang menimbun mereka.

"Dua orang berhasil diselamatkan (a.n. Ardi dan Ipul) karena berada di bagian atas, sedangkan lima orang yang berada di bagian bawah meninggal karena tertimbun material longsor di kedalaman sekitar 15 meter. Semua korban adalah warga Kecamatan Cempaka atau warga sekitar lokasi tambang," paparnya.
 
Evakuasi korban dapat dilakukan secara cepat, sejak kejadian hingga Selasa  (9/4) pagi pukul 04.30 WITA. Pencarian dilakukan secara manual karena alat berat tidak dapat dibawa di lokasi karena kondisi medan tidak memungkinan. Tim SAR gabungan didukung oleh lampu penerangan, mesin genset, pompa, dan dapur umum. "Kendala evakuasi adalah hujan dan angin kencang yang medan berlumpur," kata Sutopo menambahkan.
 
Longsor di area pendulangan intan tradisional di Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru bukan hal yang baru. Sudah sering terjadi dan menimbulkan korban jiwa. Tingginya risiko longsor di area pendulangan intan ini disebabkan cara menambang intan. BNPB berharap kondisi  ini perlu segera diatasi agar tidak terjadi longsor dan korban lagi.

Pemerintah Kota Banjarbaru harus mengkaji dan melakukan langkah-langkah mitigasi, termasuk didalamnya kebijakan pembangunan di daerah ini. Pemkot Banjarbaru merencanakan menjadikan kawasan Pumpung Cempaka sebagai lokasi wisata, namun kendalanya lahan tersebut adalah milik masyarakat dan belum bisa dibebaskan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA