Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Agrowisata di Jawa Timur Destinasi Alternatif Wisatawan

Sabtu 17 Sep 2016 23:22 WIB

Red: Agung Sasongko

Apel Malang, ilustrasi

Apel Malang, ilustrasi

Foto: Blogspot

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Pengamat pertanian asal Universitas Brawijaya Malang Nur Baladina menilai agrowisata di Jawa Timur merupakan destinasi alternatif bagi wisatawan, baik domestik maupun mancanagera. "Agrowisata di Jatim tak hanya memberikan pemandangan, tapi pendidikan bagi wisatawan," ujarnya ketika dikonfirmasi dari Surabaya, Sabtu (17/9).

Agrowisata adalah aktivitas wisata dengan melibatkan penggunaan lahan pertanian atau fasilitas terkait yang menjadi daya tarik dan memiliki beragam variasi. Di Jatim, kata dia, awalnya agrowisata hanya dikenal di Kota Batu, Malang, namun saat ini semakin banyak lokasi yang membangun destinasi wisata serupa, antara lain agrowisata belimbing di Bojonegoro, Blitar, dan lainnya.

Menurut dia, masyarakat saat ini dinilai jenuh dengan destinasi wisata yang sudah ada, seperti wahana atau permainan, wisata kolam renang, wisata mal atau pusat perbelanjaan dan lainnya. Karena itulah dengan adanya agrowisata diharapkan semakin menambah jumlah kunjungan di Jatim sekaligus menambah pendapatan asli daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, keunggulan agrowisata adalah menambah pendidikan, kecerdasan, bahkan mampu membentuk karakter pengunjung, khususnya untuk anak usia sekolah. "Ukuran pintar itu tidak hanya hebat di matematika, fisika, kimia dan lainnya, tapi sekolah alam bisa membentuk karakter anak dengan melihat secara langsung proses pertanian sejak awal sampai akhir," katanya.

Dosen Fakultas Pertanian itu itu menyarankan pemerintah agar melengkapi fasilitas dan sarana prasarana di destinasi agrowisata untuk menambah daya tarik pengunjung. "Kalau tidak ada dukungan dari pemerintah tidak mungkin bisa berkembang. Satu lagi, promosi agrowisata harus semakin ditingkatkan agar semakin banyak yang tahu bahwa wisata tak sekadar jalan-jalan, tapi belajar," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang pengembangan Produk Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur Handoyo menyampaikan hal sama, yakni kunjungan ke kawasan agrowisata tak hanya sekadar melihat tanaman tumbuh, tapi juga mendapat pendidikan.

"Pengunjung akan mengerti bagaimana cara memulai pembibitan, perawatan menggunakan air, pupuk serta mengantisipasi masalah hama, panen hingga pascapanen dengan melakukan budidaya atau olahan," katanya.
Secara umum, kata dia, Indonesia dinilai beruntung karena memiliki keragaman sumber daya pertanian yang besar dan keragaman hayati melimpah.

"Termasuk letak negara yang strategis dengan iklim tropis, daerahnya mulai dataran rendah, pegunungan dan tanahnya umumnya vulkanis yang subur dan banyaknya populasi penduduk sehingga menjadi target pasar potensial," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA