Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Polres Bogor Minta Masyarakat Waspadai Titik Rawan Macet di Puncak

Sabtu 10 Dec 2016 22:07 WIB

Red: Hazliansyah

 Petugas kepolisian mengatur kendaraan menuju puncak yang terjebak kemacetan di Simpang Gadog, Bogor, Jawa Barat, Jumat (6/5). (Republika/Rakhmawaty La'lang)

Petugas kepolisian mengatur kendaraan menuju puncak yang terjebak kemacetan di Simpang Gadog, Bogor, Jawa Barat, Jumat (6/5). (Republika/Rakhmawaty La'lang)

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Kepolisian Resor Bogor Kabupaten, Polda Jawa Barat mengimbau masyarakat yang ingin berlibur ke kawasan Puncak untuk mewaspadai titik-titik rawan macet.

"Ada beberapa titik yang menjadi lokasi rawan macet, pengendara dapat mewaspadai dengan mengantisipasi dengan mematuhi aturan, tidak membuat lambungan yang dapat mengakibatkan terjadinya penguncian arus," kata Kapolres Bogor Kabupaten AKBP Andi Moch Dicky di Bogor, Sabtu.

Ia mengatakan beberapa titik rawan kemacetan ada di Simpang Ciawi, Simpang Gadog, Simpang Pasar Cisarua, Simpang Taman Safari, dan sejumlah objek wisata lainnya, seperti Gunung Mas, Riung Gunung, Rindu Alam, dan Masjid At attawaun.

Kemacetan di Simpang Ciawi terjadi karena adanya terminal bayangan, selain itu aktivitas masyarakat naik dan turun angkot di depan Pasar Ciawi, membuat banyak angkot ngetem.

Sementara itu, kemacetan di Simpang Gadog terjadi karena antrean kendaraan yang ingin bergerak menuju Puncak. Aktivitas masyarakat di Pasar Cisaura, menjadi simpul kemacetan di jalur Puncak, begitu pula keluar masuk pengunjung wisata di Taman Matahari dan Taman Safari Indonesia Cisarua.

"Kami menempatkan 270 personel kepolisian di simpul-simpul rawan kemacetan, apabila terjadi kepadatan, petugas langsung meluncur ke lokasi mengurai kemacetan," katanya.

Masyarakat diimbau untuk mematuhi sistem buka tutup pada jam-jam yang ditentukan demi kelancaran arus lalu lintas di jalur Puncak.

"Sistem buka tutup bersifat situasional, melihat kondisi di lapangan, tetapi polanya tetap sama, pagi untuk arus ke atas dan sore untuk arus turun. Jika terjadi kepadatan melebihi hari biasa, one way dapat dilakukan berkali-kali, atau durasinya lama," kata Dicky.

Selain mematuhi sistem satu arah, polisi juga mengimbau pengendara yang ingin ke Puncak untuk menghindari penggunaan jalur alternatif, karena tidak disarankan. Mengingat jalur yang berliku, dan naik turun, serta sempit, dan padat lalu lintas penduduk.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA