Sunday, 14 Rabiul Akhir 1442 / 29 November 2020

Sunday, 14 Rabiul Akhir 1442 / 29 November 2020

Janda di Kota Sukabumi Mencapai 14 Ribu Jiwa

Selasa 29 Nov 2016 23:33 WIB

Red: Angga Indrawan

Perceraian/ilustrasi

Perceraian/ilustrasi

Foto: familylawyerblog.org

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Sukabumi, Jawa Barat mencatat hingga Juni 2016 jumlah janda mencapai 17.419 jiwa. Angka ini sekitar 18 persen dari jumlah penduduk daerah ini.

"Dari jumlah tersebut yang cerai hidup sebanyak 4.793 jiwa dan cerai mati 12.626 jiwa," kata Kepala Disdukcapil Kota Sukabumi, Iskandar di Sukabumi, Selasa (29/11).

Menurut dia, setiap tahunnya jumlah janda di kota yang berjuluk Kota Mochi ini terus meningkat. Bahkan, jika dibandingkan dengan 2015 pertumbuhan populasi janda meningkat hingga seribu orang lebih. Tahun lalu, jumlah janda hanya 16.378 orang dengan rincian cerai hidup 4.516 orang dan cerai mati 11.862 orang. Bahkan tidak menutup kemungkinan jumlahnya akan terus bertambah hingga akhir tahun, karena semester II 2016 dari Juli hingga Desember jumlahnya belum direkap.

Lanjut dia, jika dibandingkan dengan jumlah duda, populasi janda tiga kali lipatnya. Karena banyak wanita Kota Sukabumi yang menikah dengan warga luar daerah. Sehingga saat cerai si wanitanya tinggal di Sukabumi, tapi untuk lelakinya pulang ke daerahnya. "Untuk faktor tingginya jumlah janda dan kasus perceraian bukan ranah kami, tapi diduga penyebabnya adalah ekonomi. Tapi untuk lebih jelas bisa ditanyakan ke lembaga berwenang seperti Pengadilan Agama," tambahnya.

Di sisi lain, Iskandar mengatakan untuk jumlah duda pada semester pertama 2016 sebanyak 3.984 orang dengan rincian cerai hidup 1.847 orang dan cerai mati 2.137 orang. Peningkatan jumlah janda tidak terlalu signifikan dibandingkan janda. Seperti pada 2015 jumlahnya 3.610 orang yang rinciannya cerai mati 1.707 orang sementara cerai hidup 1.903 orang. Sehingga jika dilihat kenaikannya hanya sekitar 300 orang lebih.

"Setiap perkembangan data pertumbuhan akan kami laporkan ke Kementerian Dalam Negeri RI untuk disesuaikan dengan arah kebijakan pemerintah," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA