Sunday, 16 Rajab 1442 / 28 February 2021

Sunday, 16 Rajab 1442 / 28 February 2021

Jokowi Sebut Nias Kaya Potensi Pariwisata dan Perikanan

Jumat 19 Aug 2016 17:16 WIB

Red: Nur Aini

Lompat batu di Pulau Nias

Lompat batu di Pulau Nias

Foto: Antara/Irsan Mulyadi

REPUBLIKA.CO.ID,GUNUNG SITOLI -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan potensi terbesar Pulau Nias adalah sektor pariwisata dan perikanan sehingga pemerintah daerah perlu serius mengembangkan potensi tersebut.

"Saya lihat dari atas pas turun, potensi terbesar dua menurut saya, pertama pariwisata, kedua perikanan, dua ini kita harus fokus," kata Presiden Jokowi di Pendopo Kota Gunung Sitoli, Sumut, Jumat (19/8).

Ia menyebutkan pengembangan infrastruktur energi listrik dan bandara serta jalan harus diarahkan ke dua sektor tersebut. "Misalnya listrik untuk pembangunan industri cold storage atau pendinginan ikan sehingga bisa ekspor ke negara lain," katanya.

Menurut dia, kalau pemerintah daerah bisa fokus pada dua sektor itu, ia yakin pertumbuhan ekonomi Nias akan meningkat tajam. "Tapi sekali lagi bahwa faktor keamanan sangat diperlukan. Faktor keterbukaan menerima investasi dan wisatawan juga diperlukan. Harus terus dsampaikan ke masyarakat karena di beberapa daerah jadi masalah," katanya.

Presiden menyebutkan begitu menginjakkan kakinya di Nias, satu wali kota dan empat bupati menyampaikan masalah seperti keterbatasan listrik, bandara yang belum memadai, jalan yang belum selesai dan sarana pendidikan tinggi yang kurang. Kebutuhan listrik di Pulau Nias mencapai 50 MW sementara yang tersedia saat ini baru 27 MW.

Presiden menyebutkan dengan adanya pembangunan PLTG maka akan ada tambahan pasokan 25 MW.
"Saya tambah 25 mega watt yang akan selesai Oktober nanti, dan kalau pariwisata berkembang nanti akan ada tambahan 25 MW lagi pada akhir 2017," kata Jokowi.

Ia meminta agar penyediaan listrik itu diikuti dengan pengembangan pariwisata dan masuknya investor ke Nias. Sementara mengenai perpanjangan landas pacu bandara, Presiden mengatakan akan diperpanjang hingga 2.200 meter pada 2016 ini sehingga tidak hanya bisa didarati pesawat jenis ATR saja. "Tahun depannya kita perpanjang lagi hingga 2.800 meter sehingga semua pesawat bisa turun di sini," katanya.

Sementara itu mengenai penyelesaian jalan lingka Nias yang belum selesai sekitar 45 km, Jokowi mengatakan belum dapat menyanggupinya karena harus bicara dengan menteri yang menangani masalah itu dulu.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA