Senin, 15 Ramadhan 1440 / 20 Mei 2019

Senin, 15 Ramadhan 1440 / 20 Mei 2019

Bandara Pekanbaru Lumpuh, 20 Penerbangan Terganggu

Jumat 04 Sep 2015 19:37 WIB

Red: Ani Nursalikah

Kabut Asap/ilustrasi

Kabut Asap/ilustrasi

Foto: antara

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Sebanyak 20 maskapai penerbangan terganggu aktivitas terbangnya akibat kabut asap di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II karena jarak pandang terbatas hanya berkisar 700 meter atau di bawah standar minimal pendaratan pesawat 1.000 meter.

Hingga pukul 17.00 WIB, belum ada maskapai komersial melakukan pendaratan di bandara itu, seperti Batik Air, Indonesia Air Asia, Citilink, Lion Air, Garuda Indonesia, Susi Air (penerbangan perintis), Silk Air, Air Asia, Firefly, Sriwijaya Air dan Malindo Air.

"Dari pagi sampai sekarang belum ada satu pun pesawat mendarat. Kalau lepas landas tercatat ada dua maskapai, yakni Garuda dan Lion," kata Airport Duty Manager Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Ibnu Hasan di Pekanbaru, Jumat (4/9).

Ia berujar, tadi pagi saat jarak pandang sekitar 500 meter yang membuat pesawat Lion Air dan Garuda Air tujuan Jakarta sekitar pukul 06.30 WIB dan jam 07.00 WIB bisa melakukan lepas landas dengan mulus.

Namun, katanya, selepas itu terdapat dua maskapai yakni Citilink dengan rute Jakarta-Pekanbaru dan Air Asia rute Bandung-Pekanbaru gagal mendarat dan terpaksa kembali ke bandara asal. Sedangkan jadwal penerbangan maskapai Firefly rute Johor-Pekanbaru mengalami pembatalan dengan alasan keselamatan penerbangan.

"Hingga pukul 15.19 WIB, setidaknya ada 20 jadwal penerbangan terganggu. Tadi pagi saja sudah 12 penerbangan, ditambah siang ini berarti 20 flight terganggu," ujarnya.

Beberapa maskapai di bandara itu, sudah menawarkan pengembalian uang seharga tiket yang dibeli pada calon penumpang refund.

"Tadi Citilink beri dua pilihan yakni 'refund' dan 'rescedule' pada penumpang," jelas Ibnu.

Otoritas Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru menyatakan aktivitas penerbangan di kota tersebut nyaris lumpuh karena asap akibat kebakaran lahan dan hutan menutupi wilayah udara di Provinsi Riau, khususnya Kota Pekanbaru.

"Tadi pagi pesawat 'round' di sini berangkat. Tapi setelah itu, tidak ada aktivitas yang bisa dilakukan maskapai baik proses pendaratan atau lepas landas," terang Kepala Divisi Pelayanan dan Operasi Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Hasturman Yunus.

Tidak kurang 40 kali penerbangan pergi pulang setiap hari, baik rute domestik dan internasional yang dilayani 11 maskapai komersil di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA