Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Harga Sapi Naik Hingga Rp 2,5 Juta per Ekor

Jumat 19 Sep 2014 10:01 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Perbedaan makanan pada sapi mengakibatkan kandungan nutrisi dan lemaknya berbeda pula.

Perbedaan makanan pada sapi mengakibatkan kandungan nutrisi dan lemaknya berbeda pula.

Foto: AP

REPUBLIKA.CO.ID, TEMANGGUNG -- Harga sapi di Temanggung, Jawa Tengah, naik Rp 2 juta hingga Rp 2,5 juta per ekor, sedangkan harga kambing naik antara Rp 200 ribu hingga Rp 700 ribu per ekor menjelang Idul Adha 1435 H.

Seorang pedagang di Pasar Hewan Kranggan, Temanggung, Sudarsono, Jumat, mengatakan, bersamaan meningkatnya permintaan hewan kurban, harga sapi sejak awal September 2014 telah mengalami kenaikan.

Ia menyebutkan, harga sapi kelas A (besar) jenis simetal sebelumnya Rp 20 juta hingga Rp 21 juta kini naik menjadi Rp 22 juta hingga Rp23,5 juta per ekor. Sapi ukuran sedang dari Rp 18 juta menjadi Rp 20 juta per ekor.

Sedangkan sapi jenis lokal sebelumnya berkisar harga Rp 13 juta hingga Rp 15 juta, saat ini mencapai harga Rp 15 juta hingga Rp 17 juta per ekor.

"Permintaan hewan kurban telah ramai sejak dua pekan lalu dan kondisi ini akan bertahan hingga menjelang Hari Raya Kurban nanti," katanya.

Ia menyebutkan, selama September ini dirinya telah berhasil menjual sapi sekitar 100 ekor.

Menurut dia, permintaan sapi tahun ini lebih ramai dari tahun lalu, karena saat ini di Temanggung sedang panen tembakau yang kebetulan harganya juga bagus.

Seorang pedagang kambing, Fatchur Rohman, menyebutkan, harga kambing ukuran besar yang pada hari biasa Rp 2 juta, menjelang Idul Adha ini mencapai Rp 2,7 juta per ekor, kambing ukuran sedang dari Rp 1,5 juta menjadi Rp 1,8 juta per ekor, dan kambing ukuran kecil dari Rp 1,3 juta menjadi Rp 1,5 juta per ekor.

Ia mengatakan menjelang Idul Kurban ini setiap hari pasaran pihaknya membawa sekitar 10 ekor kambing dan selalu habis terjual.

Ia menuturkan, tidak kesulitan mencari kambing menjelang Iduladha ini karena para peternak biasanya menjual ternaknya pada momentum seperti ini karena harganya tinggi.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA