Thursday, 20 Rajab 1442 / 04 March 2021

Thursday, 20 Rajab 1442 / 04 March 2021

Angkasa Pura Akan Gunakan PLTS

Selasa 08 Oct 2013 12:21 WIB

Rep: Satya Festiani/ Red: Yudha Manggala P Putra

Bandara Ngurah Rai, Bali

Bandara Ngurah Rai, Bali

REPUBLIKA.CO.ID, NUSA DUA -- PT Angkasa Pura I (AP I) akan menggunakan Pembangkit Listrik tenaga Surya (PLTS) di bandara-bandara yang dikelolanya. Proyek pemanfaatan energi matahari ini akan dimulai di Bandara Ngurah Rai, Bali.

API, melalui anak perusahaannya yaitu PT Angkasa Pura Supports, akan bekerjasama dengan Sintesa Group-SunEdison. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk pembangunan PLTS diinisiasi oleh US Commercial Services. Menteri Perdagangan Amerika Serikat (AS) Penny Pritzker mengatakan AS menghargai inisiatif Indonesia untuk membangun bandara yang hijau.

Direktur Utama AP I Tommy Soetomo mengatakan Indonesia tidak bisa lagi bergantung pada energi yang tidak terbarukan. Penerapan konsep ini diharapkan mampu mengurangi emisi karbon dioksida (CO2) dari sektor penerbangan yang berkontribusi 2 persen terhadap perubahan iklim.

Tommy mengatakan nilai investasi untuk pembangunan PLTS adalah sebesar 45 juta dolar AS untuk empat pembangkit dengan total kapasitas 50 MW.

"Masing-masing itu sekitar 15 megawatt," ujar Tommy saat agenda penandatangan di Hotel Nikko, Nusa Dua, Bali (8/10)

Empat bandara yang akan menggunakan PLTS tersebut adalah Bandara Ngurah Rai Bali, Bandara Djuanda Surabaya, Bandara Sepinggan Balikpapan, dan Bandara Hasanudin Makasar. Proyek awal akan dibangun di Bandara Ngurah Rai dengan kapasitas 15 mw. "2014 diharapkan selesai," ujar dia.

Penandatangan MoU dilakukan oleh Dirut AP I dengan CEO Sintesa Group Shinta Widjaja Kamdani dan disaksikan oleh Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi, Kemenperin Budi Darmadi dan Menteri Perdagangan AS Penny Pritzker.

Shinta Widjaja Kamdani mengatakan bahwa pembangkit listrik yang dibangun sangat hemat energi dan ramah lingkungan. Ini dapat menggantikan posisi minyak yang selama ini diandalkan sebagai sumber energi untuk pembangkit listrik.

"Kita menggandeng SunEdison perusahaan publik yang berpusat di AS dan telah terdaftar NYSE," ujar dia.

PLTS di Bandara Ngurah Rai adalah proyek pertamanya di Indonesia. Sebelumnya perseroan juga membuat proyek yang sama di Kuala Lumpur Internasional Airport (KLAI).

"Kami kan memberikan yang terbaik untuk pengembangan ini di bandara di Indonesia," ujar dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA