Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Sesak Dada karena Asam Lambung

Selasa 19 Aug 2014 17:40 WIB

Red: Nidia Zuraya

Sesak Dada karena Asam Lambung

REPUBLIKA.CO.ID, Saya Rachel, usia 25 tahun. Saya pernah sesak nafas pada 2010 dan dicek konsul organ paru hasilnya baik. Kemudian berulang dan dinyatakan sebagai asam lambung, semakin lama bukan hanya sesak nafas, nyeri dada dan jantung berdebar bahkan feses menjadi hitam, kenapa ya dok?

Rachel (30 tahun)


Jawaban:

Salam Rachel Harimurti, terima kasih banyak atas pertanyaan yang disampaikan. Dari kondisi yang disampainkan, maka terjadi perulangan gejala sesak nafas dan telah berlangsung dalam kurun waktu yang cukup panjang dimana hal keluhan tersebut mulai dirasakan sejak tahun 2010.

Sebaiknya memang diperiksa lebih teliti lagi untuk kepastian penyakitnya, apalagi sekarang terdapat kondisi tambahan baru berupa feses yang sudah berwarna hitam, kondisi ini secara umum dapat mengilustrasikan kemungkinan sudah ada perdarahan di daerah lambung atau ada masalah di saluran pencernaan.

Keluhan sesak yang dirasakan dapat berasal dari beberapa organ, seperti paru, jantung maupun gangguan saluran pencernaan, namun dapat juga karena beban psikologis. Untuk mengetahui dengan pasti kelainan di paru, selain foto rontgen dada juga diperiksa fungsi paru menggunakan alat spirometer.

Bisa saja rontgen dadanya normal tapi fungsi parunya ada gangguan, apalagi jika periksa spirometer saat ada gejala. Begitu juga dengan pemeriksaan jantung, kadang diperlukan pemeriksaan khusus atau pemeriksaan saat serangan, baru dapat terdeteksi kelainannya.

Namun sesuai dengan kondisi saat ini dengan adanya feses berwarna hitam, gangguan yang paling jelas adalah kemungkinan perdarahan di lambung atau ada kelainan di saluran pencernaan. Disaran untuk memeriksakan diri ke spesialis penyakit dalam sub-bagian pencernaan (Gastro), untuk mengobservasi luka di lambungnya dan melakukan tindakan penanganan yang sesuai.

Demikian yang dapat saya jelaskan, semoga dapat dipahami dan semoga cepat sembuh. Salam.


dr. Zubaedah, Sp.P, MARS
Spesialis Kesehatan Paru-Paru di RS Meilia Cibubur

 

 

Kolom Dokter Kita diasuh oleh RS.Meilia Cibubur
Kirim pertanyaan Anda ke email : kesehatan@rol.republika.co.id

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA