Friday, 6 Rabiul Awwal 1442 / 23 October 2020

Friday, 6 Rabiul Awwal 1442 / 23 October 2020

Tak Ada 'Anak Emas' Dalam Layanan Haji

Selasa 19 Aug 2014 13:56 WIB

Red: Agung Sasongko

Para petugas pelayanan haji menyiapkan kamar yang akan digunakan para jamaah haji yang tinggal di Mahbas Jin, Makkah,

Para petugas pelayanan haji menyiapkan kamar yang akan digunakan para jamaah haji yang tinggal di Mahbas Jin, Makkah,

Foto: Republika/Muhammad Subarkah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Ahda Barori menyatakan, tidak ada lagi pelayanan bagi jemaah haji Indonesia di Mekkah diperlakukan sebagai "anak emas"  karena adanya dukungan biaya katering dan transportasi dari pemerintah daerah.

"Pemda memberikan dukungan transportasi dan petugas haji dari tiap daerah untuk keberangkatan dari daerah masing-masing menuju ke embarkasi," katanya di Jakarta, Selasa (19/8).

Beberapa tahun sebelumnya, menurut Ahda, jemaah haji Indonesia asal DKI Jakarta mendapat perlakuan berbeda dari jemaah haji dari provinsi lainnya. Pasalnya, seluruh jemaah dari ibukota tersebut mendapat dukungan dana dari gubernurnya berupa biaya transportasi dan katering selama di Mekkah.

Padahal, selama di Mekkah biaya-biaya tersebut sudah dianggarkan oleh Kementerian Agama melalui Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU). Dampaknya, jika ada jemaah haji asal DKI yang kebetulan menempati hotel atau pondokan sama dengan jemaah asal dari daerah lain telah menimbulkan rasa iri.

"Selama di Mekkah, kerap terjadi jemaah haji Indonesia dari daerah lain jika naik bus ke rombongan asal DKI ditolak. "Kini keadaan itu semua tidak ada lagi," kata Ahda.

Menurut Ahda, persoalan ini telah menimbulkan protes para gubernur dari seluruh Indonesia yang kemudian disampaikan ke Mendagri. Lalu, Mendagri Gamawan Fauzi menindaklanjuti dan membuat edaran bahwa APBD tak dibenarkan untuk membantu jemaah haji selama di Tanah Suci.

Kecuali, kata Ahda lagi, dukungan untuk pelayanan jemaah haji seperti transportasi lokal ke embarkasi dan petugas haji/kesehatan dari daerah bersangkutan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA