Bupati Banyuwangi Merdekakan 69 Anak Penyu
Ahad , 17 Agu 2014, 18:10 WIB

Pelepasan anak penyu

REPUBLIKA.CO.ID, BANYUWANGI – Beragam cara dilakukan untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia ke-69, Ahad (17/8). Pemkab Banyuwangi punya cara unik untuk memperingati hari bersejarah tersebut.

Seusai menjadi inspektur upacara pada upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas melepas tukik (anak penyu) di Pantai Boom, Banyuwangi. Tidak sendiri, bersama jajaran forum pimpinan daerah sebanyak 69 tukik tersebut dilepas ke laut.

Masih dengan berpakaian resmi, Bupati Anas turun ke pasir pantai tempat pelepasan tukik. Bupati Anas dan para
pejabat di Kabupaten Banyuwangi ini lalu mengambil satu per satu tukik yang ditaruh dalam mangkok-mangkok kecil yang membentuk formasi RI 69.

Dengan komando Kuswaya, penasihat Banyuwangi Sea Turtle Foundation, puluhan penyu kecil nan lucu itu pun dilepas ke laut berbarengan. Tukik-tukik itu pun segera berlari menuju terjangan
ombak. “Pelepasan tukik ini sebagai simbol kemerdekaan bangsa Indonesia yang telah lepas dari penjajahan. Ini juga  simbol perjuangan generasi penerus di era kemerdekaan yang harus  semangat membangun bangsa dan daerah demi kemajuan bersama. Para tukik ini kan harus berjuang dan bertahan hidup di laut,” kata Anas dalam siaran persnya yang diterima ROL.


 

 

 

 

 

 

 

 

Melalui momen ini juga, lanjut Anas, pemerintah daerah ingin mendorong kepedulian masyarakat untuk melestarikan habitat penyu dengan tidak memperjualbelikan telur-telur penyu. Karena apabila telur-telur yang ditetaskan di pantai ini bisa hidup selamat sampai dewasa, kelak ia akan kembali ke pantai ini untuk bertelur. “Momen ini dapat menjadi warisan pengetahuan yang berharga bagi anak cucu kita kelak,” kata Bupati Anas.

Anas menambahkan, puluhan tukik abu-abu atau tukik lekang yang dilepaskan tersebut merupakan hasil penetasan telur dari penyu yang mendarat di Pantai Boom. Banyuwangi sendiri, merupakan daerah yang menjadi tempat pendaratan penyu bertelur. Sebanyak empat dari delapan spesies penyu yang ada di dunia, selalu mendarat dan bertelur di Banyuwangi. Keempatnya adalah penyu belimbing, penyu hijau, penyu abu-abu (lekang), dan penyu sisik.

Tempat pendaratan penyu yang ada di Banyuwangi selain Pantai Boom adalah
Pantai Sukamade dan Pantai Ngagelan. "Mari kita rawat dan jaga kebersihan pantai, karena penyu hanya mau mendarat dan bertelur di daerah yang bebas polusi," pungkas Anas.

Redaktur : Maman Sudiaman
Reporter :
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar