Monday, 25 Zulhijjah 1440 / 26 August 2019

Monday, 25 Zulhijjah 1440 / 26 August 2019

Lahan Jadi Kendala PGN Bangun SPBG di Jakarta

Selasa 12 Aug 2014 17:43 WIB

Red: Taufik Rachman

Pembangunan SPBG. Petugas mengisi BBG kendaraan di MRU SPBG Monas, Jakarta, Jumat (20/6).

Pembangunan SPBG. Petugas mengisi BBG kendaraan di MRU SPBG Monas, Jakarta, Jumat (20/6).

Foto: Republika/ Wihdan

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--PT Perusahaan Gas Negara (PGN) mengatakan pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) di Jakarta masih mengalami kendala, terutama terkait keterbatasan jumlah lahan.

 

"Hambatan utama yang kami temui dalam merealisasikan pembangunan sejumlah SPBG di wilayah ibukota ini, yaitu terbatasnya jumlah lahan yang ada," kata VP Head of Corporate Communication PGN Ridha Ababil di Jakarta, Selasa.

Menurut pria yang akrab disapa Ridha itu, untuk membangun satu SPBG dibutuhkan lahan kurang lebih seluas 1.000 hingga 2.000 meter persegi, dan tidak boleh terdapat aktivitas masyarakat di lahan tersebut.

Selain itu, sambung dia, lahan yang akan dijadikan lokasi SPBG itu juga harus mudah diakses oleh kendaraan, sehingga program konversi BBM ke BBG dapat berjalan dengan sukses.

"Sebetulnya, kami siap membangun dan menyuplai gas di ibukota karena kami sudah memiliki infrastruktur gas yang melintasi wilayah ibukota sepanjang 700 kilometer. Tapi, lahannya itu yang langka," ujar Ridha.

Oleh karena itu, dia menuturkan pihaknya akan bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menyiasati masalah keterbatasan lahan tersebut.

"Untuk menyiasati masalah kekurangan lahan itu, kita harus bekerja sama dengan Pemprov DKI yang masih memiliki lahan kosong. Untuk nilai investasi SPBG itu sendiri adalah sebesar Rp 20 miliar per stasiun," tutur Ridha.

Terkait rencana pembangunan SPBG tersebut, dia mengungkapkan pihaknya tidak menjumpai kesulitan atau hambatan perizinan dari Pemprov DKI Jakarta.

"Memang ada sejumlah persyaratan administrasi yang harus dipenuhi oleh kedua belah pihak. Namun secara keseluruhan, tidak ada masalah perizinan dari Pemprov DKI," ungkap Ridha.

Saat ini, terdapat sebanyak 11 SPBG yang tersebar di beberapa wilayah Jakarta, yaitu Pinang Ranti, Kampung Rambutan, Perintis Kemerdekaan, Rawa Buaya, Daan Mogot, Kramat Jati, Pemuda, Pesing, Kalideres, Tendean dan Gandaria.

Sementara itu, hanya terdapat satu unit mobil pengisi BBG atau Moblie Refueling Unit (MRU), yakni di kawasan Monas, Jakarta Pusat.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA