Tuesday, 18 Muharram 1441 / 17 September 2019

Tuesday, 18 Muharram 1441 / 17 September 2019

Agar Kasus Marshanda tak Terjadi, Apa yang Harus Dilakukan Orang Tua dan Anak?

Jumat 08 Aug 2014 08:11 WIB

Red: Nidia Zuraya

Agar Kasus Marshanda tak Terjadi, Apa yang Harus Dilakukan Orang Tua dan Anak?

REPUBLIKA.CO.ID, Bu, diberita ada info soal mantan artis yang dipasung sang ibu, dalam kasus seperti itu, kenapa ya orang tua berlaku seperti itu? Apa karena over-protektif secara psikologis? Serta apa yang harus diperbaiki dalam hubungan orang tua dan anak terkait masalah tersebut, terima kasih.

Kardi (34 tahun)


Jawaban:

Salam untuk Bapak Kardi yang baik, perlu dipahami bahwa anak adalah karunia Tuhan yang tak ternilai harganya. Anak adalah harapan masa depan. Karena itulah orangtua berkewajiban mempersiapkan anaknya agar kelak tumbuh menjadi manusia dewasa yabg berkarter positif.

Meskipun perkembangan anak dipengaruhi oleh faktor rumah atau keluarga dan lingkungan, tetapi faktor keluargalah yang menjadi penentu atau dasar pembentukan karakter anak. Dalam hal ini orangtua perlu berhati-hati dalam menerapkan pola asuhnya.

Anak adalah cermin dari orangtuanya, seperti kata pepatah yaitu buah jatuhnya tidak jauh dari pohonnya. Bagaimana orangtua bersikap akan ditiru oleh anak. Dari orangtualah anak memperoleh nilai-nilai dasarn kehidupan. Ketika anak menjadi dewasa, mereka ingin pendapatnya dihargai.

Orangtua harus bijaksana dengan memberi kesempatan kepada anak untuk mengungkapkan pikirannya. Ciptakan iklin yang demokratis bukan sebaliknya menjadi orangtua yang otoriter dimana anak harus menuruti semua kemauan orangtua. Sebagian orangtua belum sepenuhnya menyadari tentang hak-hak seorang anak.

Meskipun anak dilahirkan melalui orangtuanya, tetapi orangtua tidaklah memiliki hidup anaknya. Anak bebas menentukab kehidupannya. Orangtua hanya bertugas membimbing dan memberikan yang terbaik bagi anaknya. Orangtua sama sekali tidak berhak memperlakukan anak sebagai alat untuk memenuhi obsesinya.

Kita sudah sering mendengar berita di media massa tentang konflik yang terjadi antara anak dan orangtua (ibu). Kejadian seperti ini sebenarnya tidak perlu terjadi apabila masing-masing pihak memahami kedudukannya.

Pada umumnya konflik ini terjadi akibat sudut pandang yang berbeda karena perbedaan usia dan gaya hidup. Orangtua yang memiliki anak berbakat yang dengan bakatnya sudah dapat memenuhi kebutuhannya sendiri seharusnya bersyukur dan berbahagia. Namun yang kadang terjadi justru orangtua mengeksploitasi bakat anak.

Anak yang selalu mendapat tekanan akan bersikap kasar dan memberontak. Di saat anak tidak bisa memenuhi tuntutan orangtua, anak akan cenderung menjadi cemas dan berakibat mengalami depresi. Konflik yang terjadi antara orangtua dan anak jika tidak ditangani dengan benar akan mengganggu kesehatan jiwa tidak hanya bagi kejiwaan anak tetapi berpengaruh juga pada kejiwaan orangtua sendiri. Bisa dilakukan pendampingan dengan bantuan tenaga ahli dalam hal tersebut.

Semoga bermanfaat. Salam.



Dian Permatasari, M.Psi (Psikolog)
Psikolog Klinis Dewasa RS Meilia Cibubur

 

 

Kolom Dokter Kita diasuh oleh RS.Meilia Cibubur
Kirim pertanyaan Anda ke email : kesehatan@rol.republika.co.id

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA