Tuesday, 1 Rajab 1441 / 25 February 2020

Tuesday, 1 Rajab 1441 / 25 February 2020

3 Pesan Pembentukan Kantor Transisi Jokowi-JK

Kamis 07 Aug 2014 23:56 WIB

Red: Mansyur Faqih

Jok Widodo (kiri)

Jok Widodo (kiri)

Foto: Yasin Habibi/Republika
<p>REPUBLIKA.CO.ID, GORONTALO -- Pengamat politik Universitas Gorontalo, La Husen Zuada menilai, pembentukan kantor transisi Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) membawa tiga pesan penting dalam perpolitikan saat ini.

Menurut La Husen, pembentukan kantor transisi merupakan tradisi baru dalam dunia birokrasi atau perpolitikan guna melanjutkan estafet kepemipinan dan program pemerintah sebelumnya.

Pesan tersebut, yakni pertama sebagai pra-pemerintahan Jokowi-JK kelak setelah dilantik menjadi presiden dan wapres.

"Artinya dengan adanya kantor transisi ini, akan membantu Jokowi-JK dalam mengidentifikasi masalah, menyusun agenda prioritas, mensikronkan dengan program pemerintahan sebelumnya dan merumuskan program kerja yang harus diselesaikan selama periode pemerintahan mereka," ujar La Husen.

Kedua, kantor transisi mencerminkan Jokowi-JK sebagai pemimpin yang memperhatikan keberlanjutan pembangunan. Sebab tradisi itu tidak pernah ada dalam pemerintahan sebelumnya.

Sehingga munculah kebiasaan, ganti pemimpin ganti program.

Contohnya pada zaman orde baru ada yang dinamanakan Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita). Namun setelah Soeharto tumbang, rencana kerja ini tidak dilanjutkan oleh pemerintahan setelahnya.

Ketiga, kantor transisi akan menghadirkan rekonsiliasi politik antara PDI Perjuangan (PDIP) dan Demokrat. Khususnya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang memiliki hubungan kurang baik dengan PDIP.

"Begitu pun Demokrat yang mempersepsikan PDIP sebagai partai yang anti-SBY," kata La Husen.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA