Wednesday, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 December 2019

Wednesday, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 December 2019

KBRI: Tidak Ada WNI Korban Gempa Cina

Selasa 05 Aug 2014 16:02 WIB

Red: Nidia Zuraya

Gempa. Ilustrasi

Gempa. Ilustrasi

Foto: Reuters

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJINH -- Duta Besar RI untuk Republik Rakyat Cina (RRC) merangkap Mongolia Soegeng Rahardjo mengatakan hingga kini tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban gempa di Kota Zhaotong, Provinsi Yunnan, Cina, pada Ahad (3/8) kemarin.

"Hingga hari ini, belum ada WNI yang menjadi korban gempa. Namun begitu, kami tetap memantau setiap perkembangan yang terjadi di sana," katanya, kepada Antara di Beijing, Selasa (5/8).

Soegeng mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia untuk memantau dan mengumpulkan informasi terkait gempa tersebut. "Kami mengimbau bagi siapapun yang mengetahui adanya warga negara Indonesia yang menjadi korban untuk segera melaporkan kepada perwakilan RI di Cina," ujarnya.

Hingga kini gempa tersebut telah mengakibatkan 398 orang meninggal dunia dan 800 lainnya luka-luka. Sekitar satu juta orang di kotapraja Ludian, Qiaojia, dan Zhaoyang di Zhaotong serta Huize menjadi korban gempa tersebut. Sementara itu sekitar 230 ribu-an orang telah diungsikan ke wilayah yang aman dari gempa. Sekitar 5.500 orang petugas penyelemat dari Beijing, Shanghai, dan Guangzhou, telah dikerahkan ke lokasi bencana.

Pemerintah Cina telah mengalokasikan dana sekitar 600 juta Yuan untuk memulihkan kondisi di wilayah bencana. Sementara itu wakil dari kantor administrasi gempa Cina Chen Hong memperingatkan semua pihak untuk mewaspadai adanya gempa susulan. "Sejak gempa utama terjadi tercatat sekitar 450 kali getaran yang cukup kuat," ujarnya.

"Gempa ini merupakan yang paling besar di Yunnan setelah tahun 2000. Meski titik hypocenter hanya memiliki kedalaman 12 kilometer, namun dengan kepadatan penduduk sekitar 270 per kilometer persegi, maka dampak korban jiwa yang ditimbulkan cukup besar," kata Hong.

"Apalagi sebagian besar rumah penduduk dibangun dari kayu yang sangat rentan terhadap guncangan," tambah Chen Hong.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA