Tak Bikin Kerusuhan, Prabowo Pilih Jalan Damai
Rabu , 23 Jul 2014, 07:14 WIB
Republika/Tahta Aidilla
Capres Prabowo Subianto menyapa relawan saat akan meninggalkan rumah Polonia, Jakarta, Selasa (22/7).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat Politik The Literacy Institut Adi Prayitno berpendapat, sikap Prabowo Subianto menarik diri dari proses Pilpres 2014, seharunya tidak dibesar-besarkan. Pasalnya, halti tidak akan berpengaruh terhadap hasil rekapitulasi suara yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Mundurnya Prabowo mesti disikapi biasa-biasa saja, karena semuanya disampaikan secara damai," katanya saat dihubungi Republika Online, Rabu (23/7) pagi.

Adi menilai, mundurnya Prabowo dari proses Pilpres 9 Juli lalu, lebih baik daripada Prabowo mengerahkan masa untuk melakukan kerusuhan seperti yang telah diisukan sebagian masyarakat.

"Prabowo telah menunjukkan pada dunia bahwa dia menghindari cara-cara yang tak beradab untuk memenangkan pertarungan," ujarnya.

Karena itu, Adi menepis isu yang sempat beredar jika Prabowo akan mengerahkan masanya untuk membuat kerusuhan jika suara Prabowo-Hatta tidak sesuai harapan ketika rekapitulasi KPU.

"Saya yakin, meski Prabowo (memiliki latar belakang) militer, dia tak akan menggunakan cara-cara yang inkonstitusional untuk melakukan ini semua. Dia militer yang ngerti tentang demokrasi," katanya.

Redaktur : Erik Purnama Putra
Reporter : C62
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar