Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Pengamanan Berlapis di KPU

Sabtu 19 Jul 2014 16:00 WIB

Red: operator

JAKARTA -Jakarta menjadi titik krusial dalam pengamanan karena menjadi pusat tempat penghitungan suara pada Selasa (22/7) pekan depan. Kepolisian Republik Indonesia (Polri) melakukan pengamanan berlapis di gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), pada 22 Juli 2014.

Kepala Polri Jenderal Sutarm an mengatakan, pengamanan berlapis dilakukan agar penghitungan berjalan tertib, aman, dan lancar, serta tidak ada intimidasi dari pihak manapun.

Polri juga menyiapkan jika terjadi keadaan darurat.Kendati demikian, Sutarman berharap tidak terjadi keadaan darurat. "Mudah-mudahan nggakterjadi. Kalau terjadi, Polri mempunyai prosedur mulai dari step satu yang sangat soft(halus)sampai step enam dengan penggunaan senjata peluru karet,"kata dia, Jumat (18/7).

 

 

 

 

 

 

 

 

Foto:Aditya Pradana Putra/Republika

Apel Pengawalan Rekapitulasi Pilpres

Terkait pengamanan Jakarta, Sutarman memerintahkan ja jarannya untuk mengantisipasi kemungkinan massa ke Ibu Kota. Pengawasan dilakukan pada 10 lokasi. Yaitu, tiga titik di Banten dan tujuh titik di Bandung dalam pengawasan karena dua daerah itu menjadi pintu masuk ke Jakarta.

Kemarin, sebanyak 64 personel pasukan khusus TNI dari satuan penanggulangan teroris melakukan latihan pengamanan menjelang rekapitulasi suara secara nasional pada 22 Juli 2014.

Satuan pengamanan terotis itu terdiri atas Kostrad dan Kopassus TNI Angkatan Darat, Marinir TNI Angkatan Laut, dan Paskhas TNI Angkatan Udara, "Sebanyak 12 pesawat helikopter diterjunkan dalam latihan itu," kata Panglima Divisi I Kostrad yang sekaligus sebagai Komandan Latihan, Fransen D Siahaan, di sela-sela Latihan Fas troping untuk Pilpres, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat.

Dalam latihan itu, TNI membuat skenario terjadi kekacauan dan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjadi sasaran amuk massa. Kemudian, Presiden memerintahkan Panglima TNI untuk menerjunkan pasukan khusus TNI dalam mengamankan personel KPU, material, dan data KPU.

Kemudian, TNI menerjunkan personel pasukan khusus untuk melakukan fastroping atau turun cepat gunakan tali dari helikopter. "Mereka kemudian, melakukan pengamanan personel KPU dan data KPU,"ujar Fransen.

KPU menetapkan dan mengumumkan pemenang Pilpres 2014 pada Selasa (22/7). Calon presiden nomor urut dua Joko Widodo sudah mengimbau pada relawannya untuk tidak ikut hadir di Kantor KPU saat pengumuman. rep:Wahyu Syahputra/halimatus sa'diyah/c74, ed:ratna puspita

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA