Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Target BPJS Ketenagakerjaan 800 Ribu Peserta

Kamis 17 Jul 2014 13:00 WIB

Red:

BANDUNG –– Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jabar, terus menggenjot tingkat ke pesertaan sebelum program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan berjalan 2015 mendatang. Dalam roadmap BPJS Ketenagakerjaan pada 2018 ditarget bisa mencapai 40 juta tenaga kerja. Dimana pada 2014 diharapkan tercover 15,2 juta orang.

"Khusus untuk Jabar, target perlindungan tenaga kerja mencapai 800 ribu orang," ujar Kepala Kanwil BPJS Ketenagakerjaan, Iwan Kusnawan, kepada wartawan di Hotel Amarosa,Bandung, Selasa petang (15/7).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Foto:Republika/Rakhmawaty La'lang

Diskusi Polemik BPJS Ketenagakerjaan

 

Kata dia, untuk mencapai target 800 ribu orang peserta BPJS di Jabar, pihaknya mela kukan sejumlah upaya-upaya perluasan jaringan distribusi. Antara lain, dengan menggenjot pembentukan kantor cabang pembantu, bekerja sama dengan perbankan dengan program service point office bersama BNI dan bank BJB. Selain itu, meningkatkan kerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota melalui pelayanan satu pintu. "Juga peningkatan pelayanan dengan implementasi service blue print yaitu perubahan," katanya.

Program BPJS Ketenagakerjaan, kata dia, sangat penting sebagai bentuk perlindungan untuk pekerja dari berbagai risiko. Di antaranya, perlindungan dari kecelakaan kerja, hari tua dan meninggal dunia. "Jadi, seharusnya semua pekerja baik formal maupun informal di Jabar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan." ujar Iwan.

Tahun ini, menurut Iwan, jumlah peserta tenaga kerja yang aktif di Jabar sebanyak 2.151.593. Sedangkan peserta tenaga kerja yang non aktif, 5.226.020. Sementara perusahaan yang aktif sebanyak 20.846 dan non aktif 11.324 perusahaan.rep:arie lukihardianti ed: agus yulianto

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA