Stasiun Rangkasbitung Siapkan Tujuh Kereta Layani Pemudik

Red: Hazliansyah

 Kamis 17 Jul 2014 09:44 WIB

Kereta Api Foto: Republika/Wihdan Hidayat Kereta Api

REPUBLIKA.CO.ID, LEBAK -- Stasiun Rangaksbitung, Kabupaten Lebak, Banten, menyiapkan tujuh kereta melayani pemudik Lebaran 2014.

"Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang hendak mudik untuk merayakan Idul Fitri di kampung halamanya dengan selamat sampai tujuan," kata Kepala Stasiun Rangkasbitung Urip di Lebak, Kamis.

Ia mengatakan, ketujuh kereta api tersebut di antaranya Kelas Ekonomi sebanyak enam armada dan Ekpres Rangkasjaya satu armada. Pemberangkatan dari Stasiun Rangkasbitung menuju Serpong-Jakarta pukul 04.15 WIB dan perakhir pada pukul 17.30 WIB.

Selain itu, juga terdapat tiga kereta yang berhenti melalui Stasiun Rangkasbitung, yakni Pattas, Ekpres Kalimaya dan Ekpres Krakatau.

"Kami yakin semua penumpang arus mudik Lebaran terlayani dengan baik tanpa saling berdesak-desakan," katanya.

Ia menyebutkan puncak arus mudik diperkirakan pada H-3 dan H-2 mencapai 120.000 penumpang yang hendak mudik ke berbagai daerah di Provinsi Banten.

Sebab pengalaman tahun sebelumnya, mereka para pemudik tiga atau dua hari menjelang Lebaran.

Namun, pihaknya memprediksi jumlah pemudik yang menggunakan angkutan massal KA terjadi kenaikan sekitar 10-15 persen. Mereka pemudik yang turun melalui Stasiun Rangkasbitung kebanyakan dari Jakarta, Tangerang, Bogor, dan Merak.

"Kami terus berupaya agar pelayanan mudik Lebaran menjadi lebih baik dari tahun lalu," katanya.

Menurut dia, ketujuh kereta api itu dilengkapi alat pendingin, toilet dan charge handphone gratis. Selain itu pedagang dilarang berjualan di atas kereta juga pengamanan di stasiun begitu ketat.

"Kami mendapat bantuan pengamanan Lebaran sebanyak 28 personel Marinir, 20 polisi dan 15 anggota petugas keamanan dalam (PKD) stasiun," katanya.

Berdasarkan pantauan, kondisi Stasiun Rangkasbitung dua pekan menjelang Lebaran masih normal dan belum terlihat lonjakan pemudik.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X