Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Film

Earth to Echo, Persahabatan dan Alien

Rabu 16 Jul 2014 21:14 WIB

Red:

Keberadaan alien memang masih misterius. Namun, apa jadinya jika ada tiga orang anak berhasil menemukannya? Tuck (Brian Bradley), Munch (Reese Hartwig), dan Alex (Teo Halm) merupakan trio sahabat baik yang tak terpisahkan. Akan tetapi, suatu hari lingkungan tempat mereka tinggal terkena penggusuran karena ada pembangunan jalan raya sehingga memaksa mereka untuk pindah.

Dua hari sebelum ketiganya pindah rumah, mereka menemukan kejadian aneh yang mengubah kehidupan manusia. Tiba-tiba saja Tuck, Munch, dan Alex menerima serangkaian sinyal aneh pada ponsel mereka. Karena penasaran, mereka mengikuti arah sinyal tersebut yang menuju ke sebuah padang gurun. Tak disangka, ketiga bocah tersebut berhasil menemukan sebuah robot alien kecil yang terdampar di Bumi.

Selama ini, alien hanya mampir ke dalam imajinasi ketiga bocah tersebut. Akan tetapi, kini mereka bisa melihatnya secara nyata dan menyentuhnya. Bahkan, mereka memanggil alien mungil tersebut dengan nama Echo. Mereka menyadari bahwa alien yang terdampar tersebut pasti membutuhkan bantuan.

Karena itu, Tuck, Munch, dan Alex sepakat untuk melindungi alien tersebut. Mereka melibatkan satu orang teman lainnya, yakni Emma (Ella Wahlestedt), untuk membantu menyembunyikan Echo di kediamannya. Seperti anak-anak pada umumnya, mereka memiliki rasa penasaran dan ingin membantu Echo kembali ke asalnya dengan berusaha menemukan serpihan pesawat ruang angkasa yang hilang.

Perjalanan untuk membantu Echo pulang akhirnya menjadi sebuah petualangan seru yang mendebarkan. Petualangan yang seharusnya menyenangkan akhirnya berubah menjadi rumit setelah pemerintah mengetahui keberadaan alien itu dan berencana untuk membunuhnya. Bagi pemerintah jika Echo berhasil membangun lagi pesawatnya, keberadaan manusia di Bumi akan terancam.

Akan tetapi, para bocah tersebut tidak percaya dan tetap berusaha untuk membantu Echo menemukan pesawatnya agar bisa pulang. Konflik semakin rumit ketika pemerintah berhasil menangkap para bocah itu dan hampir memusnahkan Echo. Namun, anak-anak tak pernah kehabisan akal dan mereka tetap melanjutkan petualangan dan perjuangan untuk menemukan serpihan pesawat yang akan membawa Echo pulang ke asalnya.

Di tangan sutradara Dave Green, film bergenre sci-fi adventure yang pertama kali diputar di Los Angeles Film Festival pada 14 Juni ini mengambil alur cerita semidokumenter sehingga seolah-olah penonton diajak untuk ikut ke dalam petualangan mereka bersama alien.

Film berdurasi 89 menit itu merupakan debut layar lebar pertama bagi Green. Sebelumnya, sutradara asal Amerika Serikat tersebut banyak membuat film pendek, seperti Dial M for Murder, Meltdown, dan This Must Be the Place. Tak hanya itu, Green juga pernah terlibat untuk membuat serial televisi berjudul Zombie Roadkill yang ditayangkan pada 2010 sebanyak enam episode.

Secara keseluruhan, alur cerita yang diusung dalam Earth to Echo mirip dengan film E.T. the Extra-Terrestrial yang dirilis pada 1982.

Namun, Echo to Earth bukan merupakan cerita daur ulang dari film tersebut dan memiliki beberapa alur yang berbeda. Dengan pesan yang menyiratkan nilai persahabatan dan kebersamaan dalam susah maupun senang, film ini layak ditonton bersama keluarga. N red: rizky jaramaya ed: endah hapsari

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA