KPU Berharap Warga Yahukimo Bisa Nyoblos Hari Ini
Kamis , 10 Jul 2014, 15:38 WIB
Republika/Aditya Pradana Putra
Distribusi logistik pemilu (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,
JAKARTA -- Sebanyak 60.447 pemilih di Kabupaten Yahukimo, Papua, belum menggunakan hak pilihnya karena logistik pemilu belum dapat dikirim.

Terkait hal tersebut Komisi Pemilihan Umum RI berharap sisa logistik Pemilu Presiden 2014 yang belum terkirim di sejumlah distrik di Kabupaten Yahukimo, Papua, dapat terkirim Kamis (hari ini).

"Kami berupaya agar logistik yang belum terkirim ini dapat diterbangkan dari Ibu Kota Kabupaten Yahukimo pagi ini. Kalau itu bisa terjadi, maka bisa langsung dilakukan pemungutan hari ini juga," kata Ketua KPU Husni Kamil Manik di Jakarta, Kamis.

Hingga hari pemungutan suara serentak untuk pilpres, tercatat sedikitnya 14 distrik di Kabupaten Yahukimo tidak dapat melaksanakan pemungutan suara karena logistik masih tertahan di Dekai, pusat pemerintahan Kabupaten Yahukimo.

Kondisi geografis di wilayah tersebut memerlukan penggunaan alat transportasi berupa pesawat kecil untuk mengangkut logistik menuju distrik.

Namun, katanya, karena kondisi cuaca yang labil, pesawat yang sempat mengangkut sebagian dari logistik tersisa tersebut, batal mendarat dan kembali lagi ke Dekai. Pengangkutan sisa logistik untuk distrik lainnya menunggu kondisi cuaca membaik sebelum pesawat diberangkatkan.

Proses pendistribusian logistik berupa surat suara tersebut dilakukan mulai dari Kantor KPU Kabupaten Yahukimo menuju distrik dengan menggunakan pesawat kecil.

Dari distrik, surat suara tersebut diangkut dengan menggunakan jasa kuli panggul menuju ke desa dan kelurahan, untuk kemudian diserahkan ke tempat pemungutan suara (TPS).

Sebanyak 14 distrik yang belum melakukan pemungutan suara tersebut, adalah Duram, Kwelamdua, Soba, Sela, Korupun, Holuon, dan Kayo.
Selain itu Ninia, Hilipuk, SObaham, Soloikma, Lolat, Kwikma, dan Kabianggema.


Redaktur : Hazliansyah
Sumber : Antara
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar