Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

samba 2014

Pemuda yang Mencuri Perhatian Dunia

Ahad 06 Jul 2014 13:00 WIB

Red: operator

"Sepak bola tidak mengenal usia. Meski kami masih berusia 22 tahun, kami bisa memberikan kontribusi untuk tim." Itu ucapan bintang muda Brasil, Neymar da Silva, ketika mengomentari persaingannya dengan pemain Kolombia, James Rodriguez.

Piala Dunia 2014 memang seperti menjadi ajang regenerasi. Ada begitu banyak pemain muda yang dimunculkan. Tak sedikit dari mereka yang sukses menunjukkan sinarnya dan menyita perhatian dunia.

JAMES RODRIGUEZ (22 TAHUN)
Kehadiran James Rodriguez mem buat Piala Dunia semakin hangat untuk di per bin cang kan. Para pencinta sepak bola tak bosan karena harus selalu membicarakan Lionel Messi, Arjen Robben, dan pemain berpengalaman lainnya.

Popularitasnya me lejit setelah mencetak dua gol kemenangan pa da babak 16 besar kontra Uruguay. Meski masih muda, visi bermain dan penyelesaian akhir nya begitu mantap. Itu terlihat lewat gol pertamanya ke gawang Uruguay. Men dapat umpan di depan kotak penalti Uruguay, Rodriguez menahan bola dengan dada dan langsung melesakkan tendangan voli ke pojok atas gawang Uruguay.

Berkat performa apiknya itu, Rodriguez kini menjadi incaran banyak klub elite Eropa. Harga nya pun melonjak tinggi. AS Monaco sebagai pemilik Rodriguez memasang harga 90 juta euro kepada tim yang ingin merekrutnya.

NEYMAR DE SILVA (22 TAHUN)
Penampilan Neymar memang tak konsisten di Piala Du nia 2014. Tapi, pemain Barcelona ini selalu men jadi tumpuan di lini serang Brasil. Kecepatan dan kelincahan Neymar membuat Brasil se lalu menjadikan Neymar sebagai senjata pengobrak-abrik pertahanan lawan.

Di fase grup, Neymar mencetak empat gol dari tiga penampilannya. Dua gol dicetak ke gawang Kroasia sedangkan dua gol lainnya tercipta ke gawang Kamerun dalam kemenangan.

Walau masih muda dan merupakan debutan di Piala Dunia, tohNeymar masih lebih produktif ketimbang striker senior Brasil, Fred, yang sudah bermain sejak Piala Dunia 2006. Fred hanya membukukan satu gol di fase grup.

PAUL POGBA (21 TAHUN)
Aksi bintang muda di Piala Dunia dilengkapi dengan performa memikat gelandang timnas Prancis Paul Pogba. Meski baru bermain pertama kali di Piala Dunia pada saat usianya 21 tahun, Pogba nyatanya tetap mampu menjadi salah satu yang terbaik.

Kualitas Pogba tampak kala ia sukses menentukan kelolosan Prancis ke perempat final usai menaklukkan Nigeria, 2-0. Lewat sundulannya pada menit ke-79, Pogba sukses memecahkan kebuntuan Prancis yang mendapat perlawanan sengit oleh Nigeria pada babak 16 besar di Estadio Nacional, Brasilia, Senin (30/6) malam WIB.

Gol Pogba tersebut mendongkrak mental para pemain Les Bleus yang akhirnya memastikan kemenangan 2-0 setelah bek Joseph Yobo melakukan gol bunuh diri pada menit ke-90 1.

"Bisa mencetak gol untuk negara Anda, apalagi pada pertandingan penting yang mengantarkan tim ke perempat final Piala Dunia meru- pakan momen terbaik hidup saya,"

ungkap Pogba seperti dilansir laman Standard. Saking terharunya, pemain berusia 21 tahun itu mengaku tidak bisa berkata lebih banyak untuk mengungkapkan kebahagiaannya. "Tidak ada kata- kata yang bisa menggambarkan kebaha- giaan ini," kata Pogba.Berkat performa apiknya, Pogba didapuk sebagai pemain terbaik dalam laga tersebut.

JOEL CAMPBELL (22 TAHUN)
Awalnya, Kosta Rika sempat resah ketika harus kehilangan striker andalannya, Alvaro Saborio. Saborio yang menjadi top skor Kosta Rika pada babak kualifikasi terpaksa absen karena mengalami cedera patah tulang kaki.

Absennya Saborio memberi jalan bagi Joel Campbell. Pemain muda Arsenal yang dipinjamkan ke Real Betis itu akhirnya memegang beban yang ditinggalkan Saborio sebagai ujung tombak tim.

Campbell pun langsung unjuk gigi pada laga perdana. Ia sukses melambungkan nama Kosta Rika berkat kemenangan mengejutkan, 3-1, atas Uruguay. Campbell yang baru berusia 22 tahun itu mencetak satu gol dan satu assistpada laga tersebut.

Tak tanggung-tanggung, berkat kerja kerasnya bersama rekan- rekannya, Campbell berhasil membawa Kosta Rika keluar sebagai juara grup maut yang bercokol Uruguay, Italia, dan Inggris.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA