'Jokowi-JK Menang, Indonesia Jadi Negara Maritim yang Kuat'
Sabtu , 05 Jul 2014, 11:08 WIB
Antara/Widodo S Jusuf
Calon preside nomor urut dua Joko Widodo (tengah) mengacungkan salam dua jari ketika kampanye terbuka di depan ribuan buruh di PT Daehan Global, Kawasan Berikat Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (2/7).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua tim pemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) Sulawesi Utara, Sinyo Harry Sarundajang percaya Jokowi-JK bisa menjadikan Indonesia negara maritim yang kuat.

Menurutnya, hanya Jokowi-JK yang secara tegas ingin menjadikan Indonesia negara poros maritim dunia di visi misinya. "Indonesia menjadi negara maritim yang kuat dan sejahtera jika memilih Jokowi-JK," kata Sarundajang dalam keterangan pers, Sabtu (5/7).

Sarundajang menyatakan Jokowi-JK menyadari sumber daya maritim Indonesia adalah karunia Tuhan. Indonesia memiliki luas wilayah 5,8 juta km2 dengan ¾ bagiannya berupa laut. Terdiri dari 17.500 lebih pulau dengan garis pantai sepanjang 81.000 km.

Garis tersebut merupakan garis pantai terpanjang kedua di dunia setelah Kanada. Lewat karunia Tuhan tersebut Jokowi-JK ingin menyejahterakan rakyat. "Jokowi-JK menyadari Indonesia memiliki potensi sumberdaya perikanan dan kelautan yang sangat luar biasa," ujarnya.

Gagasan menjadikan Indonesia poros maritim dunia akan membuat Indonesia menguasai perdagangan dunia. Sebab, menurut Sarundajang, sumber daya kelautan berperan dalam menyumbang pertumbuhan ekonomi baik regional dan dunia. 

"Sektor perikanan dan kelautan dapat menjadi motor penggerak perekonomian nasional," katanya.

Tidak cuma soal kemaritiman, Sarundajang juga berkeyakinan Jokowi-JK akan menjadi pemimpin rakyat yang menjaga kemajemukan. Sarundajang berpendapat tantangan bangsa Indonesia dewasa ini adalah menjaga keberagaman dan perbedaan asal-usul seperti agama, etnis, golongan, ras, dan daerah, tidak menjadi sumber konflik.

"Pengalaman Pak JK berhasil menjadi juru damai ketika terjadi konflik di Maluku, Maluku Utara, Poso dan Aceh; merupakan modal penting menghadapi tantangan kemajemukan bangsa," kata Gubernur Sulawesi Utara ini.

Redaktur : Hazliansyah
Reporter : Muhammad Akbar Wijaya
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar