Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Ashibu Minta Pengelolaan Haji dan Umrah Terpisah dari Kemenag

Jumat 04 Jul 2014 04:21 WIB

Rep: Mgrol26/ Red: Chairul Akhmad

Seminar Nasional Haji di Royal Kuningan Hotel, Jakarta Selatan, Kamis (3/7).

Seminar Nasional Haji di Royal Kuningan Hotel, Jakarta Selatan, Kamis (3/7).

Foto: ROL/Mgrol26

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Wakil Ketua Asosiasi Bina Haji dan Umrah Nahdatul Ulama (Ashibu NU), KH Hafidz Taftazani mengusulkan agar zakat, wakaf, dan haji tidak lagi menjadi bagian dari Kementrian Agama.

Pernyataan tersebut dinyatakannya usai Seminar Nasional Haji di Royal Kuningan Hotel, Jakarta Selatan, Kamis (3/7).

“Saat ini Kementerian Agama terlalu banyak menangani banyak masalah. Seperti pendidikan, kerukunan antarumat beragama dan yang lainnya,” kata Hafidz.

Menurutnya, setiap fokus itu memiliki berbagai macam permasalahan. Ia mencontohkan di Arab Saudi, penyelengaraan haji tidak semua ditangani oleh pemerintah, melainkan sebagian diambil oleh pihak swasta. Tujuannya tentu untuk meringankan beban pemerintah.

“Nilai manfaatnya lebih besar. Kalau akan diadakan, kita akan membikin badan. Badan ini kan sebenarnya badan usaha. Kalau badan usaha kan BUMN. Tidak masalah profit, kan nilai tambahnya juga buat jamaah,” ujarnya.









BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA