Ekonomi di Pelataran Masjid (2-habis)

Rep: c73/c78/ Red: Damanhuri Zuhri

 Kamis 03 Jul 2014 18:56 WIB

Pengunjung melihat salah satu stan saat berlangsungnya Republika Ramadhan Fair 2014 di Masjid Attin, Jakarta, Jumat (27/6). (Republika/Edwin Dwi Putranto) Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto Pengunjung melihat salah satu stan saat berlangsungnya Republika Ramadhan Fair 2014 di Masjid Attin, Jakarta, Jumat (27/6). (Republika/Edwin Dwi Putranto)

REPUBLIKA.CO.ID,

Penjualan diyakini meningkat pada pekan kedua Ramadhan.

Dalam kurun beberapa tahun, tabungan yang bermula dari uang sebesar itu bisa mencukupi ongkos berumrah Ramadhan. Ia mengaku banyak pengunjung penasaran dan akhirnya mampir ke stan. Paling tidak sudah ada 40 orang yang bertandang.

Menurut Raka, selain soal umrah, Rumah Wirausaha membangkitkan semangat pengunjung berwirausaha. Dengan demikian, mereka kelak mandiri secara finansial. Cara lain ditempuh untuk memikat hati para pengunjung, yaitu potongan harga.

Menurut Novi, petugas layanan PT Az-Zahra Tour and Travel, perusahaannya memberikan promo khusus pada keikutsertaan RRF yang kedua kalinya ini. Kebijakan tersebut berlangsung selama bulan suci Ramadhan.

Untuk keberangkatan umrah pada Desember 2014, terdapat potongan harga Rp 500 ribu. Ini diberikan kepada pendaftar pada pekan pertama kegiatan RRF. Tahun lalu, acara ini berlangsung selama 10 hari dan terdapat 100 orang yang mendaftar umrah dan haji.

Tahun ini, ketika RRF direncanakan berlangsung hingga sebulan, targetnya juga semakin tinggi. “Kami berharap ada 300 orang yang mendaftarkan diri,” kata Novi. PT Az-Zahra Tour and Travel tak melulu menjual produk haji dan umrah.

Mereka juga menyediakan stan pakaian Muslim. Di sisi lain, mereka membuat photobooth dengan latar Ka’bah. Booth ini sengaja dibuat untuk menarik pengunjung agar mau mampir ke stan, kemudian melihat brosur paket haji dan umrah.

Bursa Sajadah, penyedia perlengkapan shalat dan oleh-oleh haji menempuh langkah senada. Menurut Sanjay dari stan Bursa Sajadah, potongan harga sebesar lima persen diterapkan untuk produk oleh-oleh haji sedangkan perangkat shalat 10 persen.

Sajadah paling murah ia jual Rp 10 ribu dan termahal Rp 200 ribu. Ia mengatakan, di RRF bukan hanya untuk menjual produk, melainkan juga menggaet pelanggan yang diharapkan kelak datang ke toko mereka di kawasan Jakarta Selatan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X