Ekonomi di Pelataran Masjid (1)

Rep: c73/c78/ Red: Damanhuri Zuhri

 Kamis 03 Jul 2014 18:49 WIB

Pengunjung melihat salah satu stan saat berlangsungnya Republika Ramadhan Fair 2014 di Masjid Attin, Jakarta, Jumat (27/6). (Republika/Edwin Dwi Putranto) Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto Pengunjung melihat salah satu stan saat berlangsungnya Republika Ramadhan Fair 2014 di Masjid Attin, Jakarta, Jumat (27/6). (Republika/Edwin Dwi Putranto)

REPUBLIKA.CO.ID,

Penjualan diyakini meningkat pada pekan kedua Ramadhan.

Beragam buku tersedia. Tertumpuk rapi di stan milik Komunitas Para Penerbit (Koper). Stan ini menjadi salah satu magnet di arena Republika Ramadhan Fair (RRF) di pelataran Masjid At-Tin, Jakarta. Stan lain dengan beragam produk bertebaran di sana.

Koper menawarkan buku-buku agama, panduan praktis, dan jenis buku lainnya. Mereka menjual buku murah, harga minimal Rp 15 ribu. Banyak pengunjung yang tak sekadar mampir, tetapi juga merogoh kocek, membelinya.

“Bahkan, ada pembeli yang memborong buku-buku itu,” kata Waskito, koordinator Koper yang bertanggung jawab atas stan tersebut, Selasa (1/7) malam.

Koper beranggotakan Gema Insani Press, Republika, Luxima, Senayan Abadi, Mawardi, Salamadani, Lentera Hati, Argo, Al Kautsar, Aqwam, dan Penerbit Akbar. Waskito yang kerap disapa Kak Ito menjelaskan, dari hari ke hari jumlah pengunjung terus merangkak naik.

RRF dibuka sejak 27 Juni dan akan berlangsung hingga 25 Juli. Menurut dia, seiring bertambahnya pengunjung, omzet pun ikut terangkat. Pada hari pertama, penjualan buku mencapai angka Rp 1 juta. Hari kedua mengalami peningkatan menjadi Rp 1,2 juta.

Pada hari ketiga, angka penjualan kembali mengalami kenaikan menembus Rp 1,5 juta. Ia meyakini, memasuki pekan kedua, RRF semakin dibanjiri masyarakat. Pendapatan dari stan buku murah juga mengikuti tren kunjungan masyarakat.

Menurut Kak Ito, kebanyakan pengunjung lebih memilih buku ringkas, praktis, dan aplikatif. Misalnya, buku tentang tata cara shalat, berpuasa yang baik dan benar, buku cara berwudhu, sampai buku resep makanan dan cara membuat kue.

Ia mengatakan, saat-saat ramai biasanya terlihat sekitar pukul 18.30 WIB hingga pertengahan waktu shalat Tarawih. Rumah Wirausaha yang memberikan layanan umrah Ramadhan juga berupaya menarik perhatian jamaah yang berkunjung ke At-Tin.

Mereka menawarkan umrah dengan biaya Rp 10 ribu. Raka Yusuf, tim pemasaran Rumah Wirausaha, mengatakan, frasa umrah dengan biaya Rp 10 ribu hanya untuk memantik ketertarikan. Dana sebesar Rp 10 ribu itu merupakan tabungan awal yang dapat dibuka seseorang.

Berita Lainnya

Play Podcast X