Tuesday, 10 Syawwal 1441 / 02 June 2020

Tuesday, 10 Syawwal 1441 / 02 June 2020

Ibu Hamil Berpuasa, Bolehkah? (3-habis)

Ahad 29 Jun 2014 10:08 WIB

Rep: c91/ Red: Damanhuri Zuhri

Ibu Hamil Berpuasa, Bolehkah? (3-habis)

REPUBLIKA.CO.ID,

Ibu hamil yang janinnya masih muda, yang berarti baru tiga bulan pertama, lebih baik tidak menjalankan puasa.

Jika tetap menjalankan puasa saat asupan makanan dan terutama cairan berkurang, akan membuat kondisi sang ibu semakin parah.

Kurang cairan membuat ibu hamil jarang buang air kecil sehingga kadar hormon kehamilan di dalam darah akan meningkat secara drastis.

Kondisi mual-mual ini pun akan semakin parah dan membuat tubuh lemas, bahkan tak sedikit pasien yang ditemuinya pingsan akibat dampak hormon ini.

Kadar hormon beta-HCG itu akan menurun dengan sendirinya ketika kehamilan memasuki trimester kedua atau usia kehamilan mencapai enam bulan.

Pertumbuhan janin juga semakin stabil di usia tersebut sehingga ibu hamil yang memang tubuhnya mampu dan kuat menjalankan puasa biasanya diperbolehkan.

Dwiana mengingatkan satu kondisi yang sangat tidak dibolehkan berpuasa bagi ibu hamil, yaitu jika berat badan sang ibu hamil tidak meningkat atau bahkan menurun.

''Jika puasa tetap dilanjutkan, akan membahayakan kondisi janin dan kesehatan sang ibu,'' ungkap Dwiana mengingatkan.

Ibu hamil yang menderita penyakit kronis juga perlu mengonsultasikan diri kepada dokter, terutama ibu hamil yang menderita hipertensi, gangguan sistem pencernaan, diabetes melitus, serta sering mengalami pendarahan (flek).

Dr Alvin menambahkan, semua ibu hamil yang kandungannya telah memasuki trimester kedua dan akan berpuasa harus memperhatikan persiapan sebelum puasa.

''Itu berarti, menu makanan ibu hamil saat sahur harus disesuaikan,'' jelas Alvin seraya meminta agar ibu hamil memperbanyak konsumsi sayur dan buah serta minum susu khusus wanita hamil pada bulan Ramadhan.

Ia menganjurkan untuk memilih makanan bergizi dengan komposisi yang seimbang, banyak mengandung protein dan mineral, seperti zat seng dan vitamin C. ''Jika perlu, minum suplemen vitamin dan mineral prenatal,'' paparnya.

Hal yang paling penting, kata Alvin, pemenuhan cairan agar sang ibu maupun janin tak mengalami kekurangan cairan atau dehidrasi. ''Jika semuanya terpenuhi, ibu hamil pun dapat berpuasa dengan aman dan nyaman,'' ujarnya.


  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA