Monday, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Monday, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

 

Sejarah dan Aspek Puasa (1)

Sabtu 28 Jun 2014 20:09 WIB

Red: Chairul Akhmad

Petugas masjid mengecek peralatan pengeras suara yang ditempatkan di puncak menara Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Rabu (25/6) sore. Sirine yang sudah berusia puluhan tahun itu terkoneksi dengan pengeras suara hanya dibunyikan sekali dalam setahun pad

Petugas masjid mengecek peralatan pengeras suara yang ditempatkan di puncak menara Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Rabu (25/6) sore. Sirine yang sudah berusia puluhan tahun itu terkoneksi dengan pengeras suara hanya dibunyikan sekali dalam setahun pad

Foto: Antara/Ampelsa

Definisi

Secara etimologi, puasa berarti menahan, baik menahan makan, minum, bicara dan perbuatan. Seperti yang ditunjukkan firman Allah, surat Maryam ayat 26.

Sedangkan secara terminologi, puasa berarti menahan dari hal-hal yang membatalkan dengan disertai niat berpuasa. Sebagian ulama mendefinisikan, puasa sebagai menahan nafsu perut dan alat kelamin sehari penuh, sejak terbitnya fajar kedua sampai terbenamnnya matahari.

Tujuan Puasa

Puasa adalah ibadah yang pelaksanaannya menuntut keimanan dan kesadaran. Ibadah puasa adalah untuk manusia itu sendiri. Allah menegaskan tujuan puasa adalah untuk perubahan ke arah yang lebih baik. Puasa akan menjadikan manusia berubah dari tingkat mukmin menjadi muttaqin.

Untuk berubah ke arah dan bentuk yang lebih baik, bukan hanya manusia yang berpuasa. Sebagian binatangpun ketika bermetamorfosa (merobah wujud) juga berpuasa, seperti halnya kupu-kupu yang berubah dari ulat yang bentuk dan rupanya jelek dan berjalan melata, menjadi seekor kupu-kupu yang bersayap dan berwarna indah serta bisa terbang karena berpuasa.

Sebelum turunnya perintah wajib puasa di bulan Ramadhan pada tahun kedua hijriyah, umat terdahulu sudah menjalankan puasa. Rasulullah bersama sahabat-sahabatnya serta kaum Muslimin melaksanakan puasa pada setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan-bulan Qomariyah.

Selain itu, mereka juga biasa berpuasa tanggal 10 Muharam, sampai datang perintah puasa wajib di bulan Ramadhan. Rasulullah juga terbiasa berpuasa pada hari Asyura. Bahkan, Rasul SAW memerintahkan kaum Muslimin untuk juga berpuasa pada hari itu.

Sumber : Dok Rep/AH
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA