Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

 

Warga Yogyakarta Rayakan 'Padusan' di Parangtritis

Jumat 27 Jun 2014 22:49 WIB

Red: Agung Sasongko

Pantai Parangtritis

Pantai Parangtritis

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Ribuan warga dari berbagai daerah di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta mengunjungi objek wisata Pantai Parangtritis untuk merayakan tradisi 'padusan' menjelang Bulan Ramadhan 1435 Hijriah.

Sub Koordinator Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Induk Pantai Parangtritis, Agus Subiyanto mengatakan, wisatawan terlihat mengunjungi pantai sejak pagi, dan makin siang tingkat kunjungan semakin padat.

"Hingga pukul 17.00 WIB jumlah pengunjung mencapai sekitar lima ribu orang, angka itu berdasarkan penjualan tiket shift pagi (pukul 06.00 sampai 14.00 WIB) sebanyak 2.500 tiket, dan shift sore (mulai pukul 14.00 WIB) sebanyak 2.500 tiket," katanya, Jumat (27/6).

Menurut dia, jumlah pengunjung ke objek wisata Pantai Parangtritis tersebut diprediksikan terus bertambah hingga malam hari, apalagi angka penjualan tiket itu belum termasuk penjualan tiket melalui TPR Pantai Depok sebelah barat Parangtritis.

"Kondisi seperti ini sudah bisa terjadi menjelang bulan puasa, namun wisatawan ke Parangtritis didominasi penduduk lokal, karena banyak pengunjung yang masuk namun tidak membeli tiket, dari lima kendaraan paling satu yang bayar," katanya.

Menurut dia, jika dibandingkan dengan hari biasa angka kunjungan ke Pantai Parangtritis pada Jumat ini lebih banyak, karena pada hari biasa bukan Sabtu-Minggu rata-rata jumlah pengunjung sekitar dua ribu sampai tiga ribu sehari.

"Namun dibandingkan dengan menjelang puasa tahun lalu, tingkat kunjungan ke Parangtritis kali ini cenderung lebih sedikit, ramai tahun kemarin, mungkin karena sekarang ini mereka ke objek wisata lain, sehingga tidak ke pantai," katanya.

Menurut dia, ramainya wisatawan yang berkunjung ke Pantai Parangtritis ini diperkirakan terjadi selama dua hari, atau hingga Sabtu (28/6), mengingat kemungkinan ada dua hari dalam merayakan 'padusan' karena perbedaan awal puasa.

"Kedua hari juga ramai, namun biasanya kunjungan akan ramai yang pertama (Jumat), kalau jadi dua kali, namun setelah itu (saat puasa) pengunjung akan turun drastis, paling hanya sekitar 100 sampai 150 orang per hari," katanya. Kaswir

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES