Thursday, 21 Zulhijjah 1440 / 22 August 2019

Thursday, 21 Zulhijjah 1440 / 22 August 2019

kilas dunia islam

Tembak Meriam Sebagai Tanda Masuknya Ramadhan

Jumat 27 Jun 2014 16:18 WIB

Red:

DUBAI -- Terdapat sebuat tradisi unik yang dilakukan otoritas di Dubai ketika menyambut datangnya Ramadhan. Saat Ramadhan tiba, para polisi Dubai akan menembakkan meriam ke langit sebagai tanda masuknya bulan suci ini.

 

Seperti dikutip emirat247.com, para polisi Dubai sedang dalam proses akhir mempersiapkan meriam yang akan digunakan untuk menyambut Ramadhan.

Pejabat kepolisian dibidang persenjataan dan amunisni Mayor Abdullah Al Mubarak bin Misbah mengatakan, para polisi telah membuat persiapan akhir dan bersiaga untuk menembakkan meriam.

Ia berkata, tradisi menembakkan meriam saat datangnya Ramadhan telah dilakukan Dubai sejak 1960-an. Tradisi yang bertujuan untuk mengumumkan penampakan bulan sabit baru dan awal Ramadhan.

 

Misbah mengungkapkan, tradisi penembakan meriam ini telah menjadi tradisi penting yang harus dilakukan Dubai. Bahkan, tradisi ini masuk ke dalam daftar rute wisata sepanjang Ramadhan di salah satu perusahaan tur di Uni Emirat Arab. 

UEA telah menetapakan awal Ramadhan pada 28 Juni. Selain menandai datangnya bulan puasa, menembak meriam juga dilakukan ketika memasuki hari perayaan Idul Fitri.

 

Misbah menjelaskan, pihaknya telah dilengkapi dengan enam senjata, termasuk empat senjata inti dan dua cadangan.  Cadangan akan dipakai seandainya salah satu senjata tersebut tidak dapat digunakan atau macet.

Tim yang berjumlah 20 orang pun telah ditugaskan untuk memastikan keamanan tempat penembakkan. Rencananya, penembakkan akan dilakukan di Deira, Burj Khalifa, Bur Dubai, Taman Safa, dan permukiman Pantai Jumeirah.    

"Sebuah tembakan tunggal menandakan waktu buka puasa dan dua tembakan yang dilontarkan untuk menandai awal bulan suci dan masuknya awal Syawal Idul Fitri," jelasnya.

Meriam-meriam tersebut merupakan buatan Inggris. Meriam dengan model 25 PDR MK1L memiliki jangkauan suara hingga 170 desibel. Sehingga, suaranya dapat didengar sebagian besar permukiman.

Namun, karena pembangunan yang terus meningkat, suara yang dapat didengar masyarakat menjadi sangat berkurang.

rep:c64 ed: teguh firmansyah

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA