Jokowi Terancam Konspirasi Zionisme Yahudi Internasional
Kamis , 26 Jun 2014, 00:07 WIB
antara
Warga melintas di dekat baliho kampanye anti Golput untuk Capres-Cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla di Makassar, Sulsel, Rabu (25/6).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Joko Widodo (Jokowi) berpotensi dizalimi konspirasi zionisme Yahudi internasional. Yaitu, yang tidak menginginkan kemerdekaan Palestina sepenuhnya dan perdamaian di Timur Tengah.

Ini menyusul pernyataan politik internasional Joko Widodo (Jokowi) yang mendukung perjuangan Palestina. Bahkan, berniat membuka hubungan diplomatik serta kedubes di Ramallah. 

"Dalam sejarah kepemimpinan bangsa Indonesia pasca-Soekarno, baru Jokowi saja yang berani mengambil peran aktif untuk menciptakan perdamaian di Timur Tengah dengan terang-terangan membuka hubungan diplomatik dengan Palestina apakah nanti di Gaza atau Ramallah," kata Direktur Eksekutif Pusat Kajian Trisakti Fahmi Habsy di Jakarta, Rabu (25/6).

Fahmi mengungkapkan, jaringan zionisme Yahudi internasional berpotensi menghentikan kemenangan Jokowi. Bahkan, menggagalkan Jokowi sebagai presiden 2014 dengan segala cara. Tujuannya, agar Indonesia tidak menjadi negara pelopor di kawasan Asean yang membuka perwakilan diplomatik di Ramallah atau Gaza mengikuti 44 negara yang telah membuka perwakilan diplomatik di sana.

"Penjajahan dan perampasan tanah rakyat Palestina tidaklah sekadar menimpa umat Islamnya saja. Tapi juga penzaliman penduduk Palestina yang beragama Katolik atau Kristen Koptik karena di sana tempat suci bagi agama-agama samawi," ujar anggota Tim Khusus A Pemenangan Jokowi-JK itu.

Ia menjelaskan, bertahun-tahun konspirasi zionisme internasional memaku dan mencegah Indonesia untuk tidak membuka perwakilan diplomatik terhadap Palestina.

Karena mereka ketakutan pengaruh geopolitik Indonesia sebagai negara dengan penduduk umat Islam terbesar di dunia akan menstimulasi gelombang dukungan negara Asia dan negara Islam lainnya. Sehingga mendukung perjuangan rakyat Palestina dan mendesak Israel menerima kesepakatan perdamaian tanpa syarat.

"Jadi pilihan kita saat ini ikut terjebak dalam permainan tingkat tinggi konspirasi zionis internasional, atau melakukan langkah sekecil apa pun untuk memenangkan Jokowi sebagai presiden 2014. Kita tidak bisa 'abu-abu' dan munafik untuk perjuangan kemanusiaan," pungkas deklarator Pro-Jokowi (Projo) itu.

Redaktur : Mansyur Faqih
Sumber : antara
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar