Tuesday, 25 Muharram 1441 / 24 September 2019

Tuesday, 25 Muharram 1441 / 24 September 2019

 

Puasa Tazkiyatun Nafs dan Jasad (3)

Selasa 24 Jun 2014 16:48 WIB

Red: Chairul Akhmad

Puasa dalam konsepsi Islam merupakan aktivitas spiritual yang bertabur ajaran perilaku.

Puasa dalam konsepsi Islam merupakan aktivitas spiritual yang bertabur ajaran perilaku.

Foto: Republika/Tahta Aidilla

Oleh: Dr Syamsuddin Arif*

Ketiga, fungsi preservatif. Selain menyucikan jiwa dan mencerahkan nurani, ibadah puasa juga berdampak positif terhadap kesehatan tubuh kita.

Sebuah hadis yang disandarkan kepada Rasulullah menyatakan, “Berpuasalah, niscaya kamu sehat” (shumu, tashihhu), riwayat Imam at-Thabarani dari Abi Hurayrah RA dan Ibn Adiyy dari Sayyidina Ali dan Ibn Abbas RA.

Meskipun jalur transmisi hadis ini masih diperdebatkan, kebenaran muatan atau isinya sudah banyak dibuktikan secara medis. Kalau kita makan tiga kali sehari maka rata-rata tiap delapan jam lambung kita mendapat tugas baru.

Padahal, makanan ditampung dan dicerna oleh lambung selama empat jam, diolah sampai diserap oleh usus selama empat jam. Ini berarti perut kita terus-menerus bekerja tanpa istirahat sama sekali.

Nah, puasa memberikan interval waktu bagi organ-organ pencernaan tersebut untuk merenovasi sel-sel yang rusak dan memberikan kesempatan energi tubuh memenuhi kebutuhan organ-organ lainnya.

Benarlah sabda Rasulullah, “Segala sesuatu ada zakatnya. Zakatnya tubuh adalah puasa (likulli syay’in zakah, wa zakatul jasad as-shawmu),” hadis riwayat Imam Ibn Majah dari Abi Hurairah ra (No 1745).

Bukankah zakat itu makna dasarnya bersih dan tumbuh sehingga puasa berarti tazkiyatun nafs plus tazkiyatul jasad?

Penelitian mutakhir Hari Basuki dan Dwi Prijatmoko (2005) dari FKG Universitas Jember menyimpulkan bahwa puasa selama Ramadhan dapat menurunkan risiko kardiovaskuler melalui perubahan komposisi tubuh, tekanan darah, dan plasma kolesterol.

Tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari puasa walaupun pada musim panas yang waktu siangnya lebih panjang dari dari waktu malam, seperti di Eropa atau Australia.

*Dosen Pascasarjana ISID Gontor Ponorogo

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA