Minggu, 23 Muharram 1441 / 22 September 2019

Minggu, 23 Muharram 1441 / 22 September 2019

 

Prof Dr Muhammad Machasin: Target Puasa Mencapai Takwa (2-habis)

Senin 23 Jun 2014 17:34 WIB

Red: Chairul Akhmad

Puasa disebut sebagai ibadah yang sangat tua.

Puasa disebut sebagai ibadah yang sangat tua.

Foto: Republika/Tahta Aidilla

REPUBLIKA.CO.ID, Apa pun itu, tak banyak yang berbeda dari tujuan puasa yang dilakukan, baik oleh manusia pada zaman dahulu maupun saat ini. Intinya adalah pengendalian diri dan langkah untuk meraih cita-cita sebagai makhluk Tuhan yang bertakwa.

Berikut lanjutan petikan wawancara wartawan Republika, Fitria Andayani, dengan Guru Besar Sejarah Kebudayaan Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof Dr Muhammad Machasin.

Selain Islam, agama lain dan sejumlah kelompok adat juga melakukannya, bisakah dijelaskan?

...meskipun demikian, di sejumlah kelompok adat, puasa dilakukan dengan tujuan lain. Seperti halnya yang dilakukan dalam tradisi Jawa. Puasa bagi mereka dilakukan sebagai salah satu sarana mendapatkan ilmu atau derajat yang lebih tinggi di dunia. Mereka juga melakukan puasa untuk mencari jalan keluar dari suatu masalah.

Misalnya, berpuasa agar bisa lulus ujian atau semacamnya. Jadi, dengan berpuasa, mereka berharap bisa mendapatkan solusi. Mereka melakukan puasa yang tidak ada atau sejalan dengan apa yang diajarkan Islam. Banyak masyarakat yang hingga sekarang melestarikan praktik tersebut. Puasa semacam ini tidak dianjurkan, meskipun tidak dilarang.

Apa pelajaran terpenting yang bisa didapatkan dari melaksanakan ibadah puasa?

Pelajaran utama yang bisa di ambil oleh pelakunya adalah mengendalikan diri sendiri. Orang yang berpuasa akan mampu mengontrol dirinya dari melakukan sejumlah hal yang dapat membatalkan puasa. Seperti tidak memikirkan, mendengarkan, dan melakukan hal yang buruk.

Dengan begitu, manusia tersebut tidak mudah didikte oleh hawa nafsunya. Puasa juga mengajarkan manusia untuk jujur pada dirinya sendiri. Hanya Tuhan dan manusia itu yang tahu apakah dia berpuasa atau tidak atau apakah dia melaksanakan puasa dengan benar atau tidak. Pada akhirnya, mereka yang berpuasa bisa mencapai kadar takwa.

Adakah imbauan dan harapan kepada umat Islam dalam menghadapi bulan Ramadhan?

Tentunya, di setiap Ramadhan harus ada peningkatan. Dari Ramadhan ke Ramadhan harus ada perubahan yang baik dalam diri kita.

Kita harus bisa meningkatkan kehidupan batiniah kita dari hari ke hari, termasuk saat Ramadhan. Itu umum sifatnya. Kalau bisa ti dak hanya puasa Ramadhan yang dilakukan, puasa sunah juga. Dengan berpuasa, kita bisa mengontrol diri sendiri dan akhirnya menjadi umat yang bertakwa.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA