Tuesday, 3 Jumadil Akhir 1441 / 28 January 2020

Tuesday, 3 Jumadil Akhir 1441 / 28 January 2020

Jalan Terjal Samurai Biru

Sabtu 21 Jun 2014 06:20 WIB

Rep: Adi Wicaksono/ Red: Didi Purwadi

Pemain Timnas Jepang, Atsuto Uchida (kanan), dilanggar pemain Yunani, Giorgios Samaras (kiri), di laga Grup C Piala Dunia 2014 di Arena Dunas, Natal, Kamis (19/6).

Pemain Timnas Jepang, Atsuto Uchida (kanan), dilanggar pemain Yunani, Giorgios Samaras (kiri), di laga Grup C Piala Dunia 2014 di Arena Dunas, Natal, Kamis (19/6).

Foto: Reuters/Kai Pfaffenbach

REPUBLIKA.CO.ID, NATAL -- Alberto Zaccheroni melihat pintu harapan semakin terbuka lebar ketika wasit Joel Aguilar menghunus kartu merah dari sakunya. Hanya, harapan pelatih Jepang itu berlangsung seumur jagung pada laga Grup C melawan Yunani tersebut.

Zaccheroni mengatakan semestinya timnya mampu memanfaatkan kartu merah yang didapat Kostas Katsouranis. Terlebih, gelandang bertahan Yunani itu diusir keluar lapangan saat laga masih menyisakan 52 menit.

"Kami kecewa karena kami mengharapkan kemenangan," kata dia, seperti dilansir Soccerway, Jumat (20/6).

Kekecewaan Zaccheroni semakin berlipat ganda melihat statistik laga yang berlangsung di Arena das Dunas, Natal, tersebut. Sepanjang laga, pasukan Samurai Biru mendominasi penguasaan bola hingga 74 persen. Namun, hingga peluit panjang berakhir, kedudukan tetap imbang tanpa gol.

Dari segala aspek, Jepang tampil lebih baik dari Yunani. Soal umpan, misalnya, Jepang unggul jauh dengan perbandingan 553-177. Hanya efektifitas serangan yang belum dimiliki Keisuke Honda dan kawan-kawan untuk merobek gawang lawan.

"Kami menciptakan beberapa peluang, tapi tak mampu menyelesaikannya. Kami kehilangan ketajaman di kotak penalti," papar Zaccheroni.

Pelatih Timnas Yunani, Fernando Santos, tak kalah kecewa dengan jalannya pertandingan. Menurut dia, kartu merah terhadap Katsouranis telah merusak rencana permainan timnya.

"Hingga menit ke-20 kami masih bagus dan fokus. Diusirnya Katsouranis membuat kami sangat kesulitan," ungkapnya.

Meski demikian, Santos mengaku senang anak-anak asuhnya merespon kartu merah Katsouranis dengan baik.

Ia memuji determinasi pasukan the Pirate Ship yang berjuang mati-matian mendapatkan hasil imbang. Menurut dia, dalam situasi seperti itu, satu poin merupakan hasil yang memuaskan.

Dengan hasil ini, jalan Jepang lolos ke babak 16 besar semakin terjal. Jepang membutuhkan kemenangan pada laga terakhir kontra Kolombia. Syaratnya, Yunani juga menang melawan Pantai Gading dengan selisih tak lebih dari dua gol.

Jika Yunani dan Pantai Gading bermain imbang, maka Jepang harus menang dengan selisih minimal dua gol.

Sumber : Opta
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 

Jadwal Pertandingan

Selengkapnya
 
Terpopuler
 
Terkomentari