Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Kontrak Baru WIKA Capai Rp 6,4 Triliun

Ahad 15 Jun 2014 11:43 WIB

Rep: Friska Yolandha/ Red: Nidia Zuraya

PT Wijaya Karya

PT Wijaya Karya

Foto: indonesiakarir.info

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahaan jasa konstruksi PT Wijaya Karya Tbk hingga Mei 2014 membukukan kontrak baru sebesar Rp 6,4 triliun. Nilai ini merupakan 24,78 persen dari target kontrak baru sepanjang 2014. "Tahun ini kontrak baru ditargetkan sebesar Rp 25,83 triliun," kata Sekretaris Perusahaan Natal Argawan, baru-baru ini.

Beberapa Proyek yang telah diperoleh hingga Mei 2014 antara lain Proyek Flyover Simpang Air Hitam Samarinda senilai Rp 105,9 miliar, Proyek Pembangunan Jembatan Dompak di Tanjung Pinang Riau dengan nilai kontrak Rp 284,4 miliar, Proyek CBD Surabaya Apartemen senilai Rp 634,6 miliar, dan Proyek Dharma Husada Tower senilai Rp 401,8 miliar

WIKA juga mengerjakan Proyek Terminal BBM Pulau Sambu Kepulauan Riau dengan nilai kontrak Rp 740,45 miliar, Proyek Penimbunan Gasoline Tanjung Uban Kepulauan Riau yang nilai kontraknya sebesar Rp 1,14 triliun, Proyek Pengadaan Jasa Pembangunan Infrastruktur dan Gedung Baru ITB sebesar Rp 178,66 miliar, Proyek Konstruksi Fisik Rumah Sakit Umum Daerah Jakarta Selatan Rp 188,28 miliar, dan Proyek Pembangunan Gedung Kuliah Universitas Telkom di Bandung Rp 110,22 miliar.

Tahun ini, WIKA menargetkan total kontrak atau order book sebesar Rp 49,97 triliun. Total kontrak ini naik sebesar 28,56 persen bila dibandingkan dengan target tahun sebelumnya yang sebesar Rp 38,87 triliun. Total kontrak dihadapi ini terdiri dari target kontrak baru 2014 sebesar Rp 25,83 triliun dan carry over dari tahun 2013 sebesar Rp 24,14 triliun. Komposisi perolehan kontrak baru WIKA untuk tahun 2014 terdiri dari induk perusahaan sebesar 70 persen dan anak perusahaan sebesar 30 persen.
 
Tahun ini, WIKA menargetkan penjualan sebesar Rp 18,82 triliun atau naik 22,84 persen dari target 2013 sebesar Rp 15,41 triliun. Penjualan ini sudah termasuk penjualan proyek JO. Laba Bersih (Laba yang dapat diatribusikan ke Pemilik Entitas Induk) tahun ini ditargetkan dapat diperoleh sebesar Rp 678,65 miliar atau naik sebesar 22,27 persen dari target 2013 sebesar Rp 555,06 miliar.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA