Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

APIK Bina Wirausahawan Lampung

Jumat 13 Jun 2014 23:44 WIB

Red: Julkifli Marbun

UKM kerajinan rotan (Ilustrasi)

UKM kerajinan rotan (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDARLAMPUNG -- Yayasan Amanah Pendidik Insan Kamil (APIK) Lampung mengutamakan pembinaan kewirausahaan sasaran binaan antara lain di Kota Bandarlampung, untuk menunjang peningkatan kemampuan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraannya.

Ketua Harian Yayasan APIK Lampung, Dian Eka Dharma Wahyuni, di Bandarlampung, Jumat, menjelaskan bahwa stimulus atau bantuan langsung bagi warga binaan itu tidak turun sekaligus melainkan melalui beberapa tahapan agar lebih terarah dalam pengembangan usaha mereka.

"Dana bantuan memang ada, tapi tidak turun sekaligus dimaksudkan agar keluarga muda khususnya masyarakat ekonomi menengah ke bawah yang ingin mengubah hidupnya bisa lebih mandiri," kata dia.

Ia menyebutkan, pada awalnya APIK memberikan pelatihan bagi ibu-ibu muda yang ingin merubah hidupnya melalui program pemantapan keterampilan (skill) atau pengetahuan sasaran supaya lebih memahami kebutuhan mereka.

"Saat pelatihan pun materi yang diberikan sesuai dengan keinginan sasaran binaan, sehingga dapat menyesuaikan serta meningkatkan kesejahteraan mereka," ujarnya menerangkan.

Dian melanjutkan, upaya tersebut dilakukan untuk mendorong mereka agar memiliki keberanian dan semangat memulai sebuah usaha.

Pelatihan itu bertujuan untuk menambah motivasi dan membangun semangat wirausaha di kalangan generasi muda.

"Salah satu wilayah binaan APIK di Gubug Serok Kelurahan Kangkung Kota Bandarlampung masih banyak terdapat masyarakat menengah ke bawah yang sangat membutuhkan uluran tangan dari pemerintah maupun kalangan swasta," ujarnya.

Sumiati (19), salah satu mitra binaan Save The Children dan Yayasan APIK Lampung mengaku senang dengan adanya pembinaan dan bantuan dari yayasan itu.

"Ya senang, dari awalnya tidak tahu menjadi memahami serta bisa memulai usaha sendiri," kata dia.

Ia menyebutkan pula bahwa sebelum adanya program tersebut, hanya bisa bekerja di rumah makan sebagai juru masak dan pencuci piring.

Namun sekarang, kata dia lagi, sudah bisa membuka usaha sendiri, bahkan dapat meluangkan waktu untuk memperhatikan anak di rumah.

"Saya berharap kegiatan semacam ini dapat terus dikembangkan dan tetap dilakukan pembinaan, agar kami lebih mandiri serta dapat meningkatkan taraf hidup keluarga," ujarnya lagi.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA